Dampak Kebisingan Terhadap Kesehatan (Bagian III)

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Bising merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Bising dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian. Ada yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan Auditory, misalnya gangguan terhadap pendengaran dan gangguan non Auditory seperti gangguan komunikasi, ancaman bahaya keselamatan, menurunya performan kerja, stres dan kelelahan. Lebih rinci dampak kebisingan terhadap kesehatan pekerja dijelaskan sebagai berikut:

1. Gangguan Fisiologis

Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah (± 10 mmHg), peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.



Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan evek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak nafas disbabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit.

2. Gangguan Psikologis

Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain.

3. Gangguan Komunikasi

Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.

4. Gangguan Keseimbangan

Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual.

5. Efek pada pendengaran

Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat normal kembali, biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan.

Macam-macam gangguan pendengaran (ketulian), dapat dibagi atas :

1. Tuli sementara (Temporaryt Treshold Shift =TTS)

Diakibatkan pemaparan terhadap bising dengan intensitas tinggi. Seseorang akan mengalami penurunan daya dengar yang sifatnya sementara dan biasanya waktu pemaparan terlalu singkat. Apabila tenaga kerja diberikan waktu istirahat secara cukup, daya dengarnya akan pulih kembali.

2. Tuli Menetap (Permanent Treshold Shift =PTS)

Diakibatkan waktu paparan yang lama (kronis), besarnya PTS di pengaruhi faktor-faktor sebagai berikut :

  • Tingginya level suara
  • Lama paparan
  • Spektrum suara
  • Temporal pattern, bila kebisingan yang kontinyu maka kemungkinan terjadi TTS akan lebih besar
  • Kepekaan individu
  • Pengaruh obat-obatan, beberapa obat-obatan dapat memperberat (pengaruh synergistik) ketulian apabila diberikan bersamaan dengan kontak suara, misalnya quinine, aspirin, dan beberapa obat lainnya
  • Keadaan Kesehatan
3. Trauma Akustik

Trauma akustik adalah setiap perlukaan yamg merusak sebagian atau seluruh alat pendengaran yang disebabkan oleh pengaruh pajanan tunggal atau beberapa pajanan dari bising dengan intensitas yang sangat tinggi, ledakan-ledakan atau suara yang sangat keras, seperti suara ledakan meriam yang dapat memecahkan gendang telinga, merusakkan tulang pendengaran atau saraf sensoris pendengaran.

4. Prebycusis

Penurunan daya dengar sebagai akibat pertambahan usia merupakan gejala yang dialami hampir semua orang dan dikenal dengan prebycusis (menurunnya daya dengar pada nada tinggi). Gejala ini harus diperhitungkan jika menilai penurunan daya dengar akibat pajanan bising ditempat kerja.

5. Tinitus

Tinitus merupakan suatu tanda gejala awal terjadinya gangguan pendengaran . Gejala yang ditimbulkan yaitu telinga berdenging. Orang yang dapat merasakan tinitus dapat merasakan gejala tersebut pada saat keadaan hening seperti saat tidur malam hari atau saat berada diruang pemeriksaan audiometri (ILO, 1998).


Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Persiapan Mengemudi yang Aman dan Nyaman Saat Mudik (1)

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Tradisi mudik bagi setiap orang telah menjadi ritual yang menyimpan nilai tersendiri. Dinamika mudik pun berkembang, seiring dengan pengalaman yang mengesankan maupun yang merepotkan muncul dengan pengalaman yang mengesankan maupun yang merepotkan muncul pada saat perjalanan. EHS Weekly Tips kali ini memberikan beberapa tips yang dibagi menjadi dua tulisan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.

Apabila Anda sekeluarga berencana mudik dengan mengendarai kendaraan sendiri, maka tips berikut di bawah ini akan membantu Anda tetap nyaman meski harus berada di dalam mobil. Bukan saja bagi yang mengemudi, tapi juga para penumpangnya.
Ciptakan Suasana Layaknya Tengah Berwisata

Suasana ini akan sangat menyenangkan bagi keluarga. Apalagi saat ini, untuk berwisata perlu biaya tak murah. Saat Anda menegendarai mobil, jangan terpaku pada keinginan agar cepat sampai di tempat tujuan. Nikmati suasana alam dan lingkungan di sepanjang daerah yang Anda lalui. Karena pengalaman tersebut, khususnya bagi putra-putri Anda, tidak akan di dapat di kota-kota besar atau pelajaran di sekolah sekalipun.
 
Bentuklah Tim Kerja
Karena merupakan suatu tim, buat pembagian tugas yang jelas sehingga persiapannya pun lebih matang. Untuk ibu, misalnya bisa menyiapkan obat-obatan, peralatan makan dan minum (sendok garpu, pisau, gelas plastik, tisu, termos air panas). Atau bisa pula disiapkan minuman segar seperti air jeruk, serta makanan kecil dan buah-buah segar. Letakan perbekalan dalam keranjang/kotak di tempat yang mudah dijangkau.

Untuk bapak, tugasnya mungkin mempersiapkan kendaraan. Servislah kendaraan beberapa hari sebelum kendaraan keberangkatan. Cek alat pendingin, rem, bawa cadangan tali kipas, sekering, bola lampu, cek air aki, periksa ban mobil. Jangan lupa membawa senter dan perkakas kunci-kunci. Letakan di posisi yang mudah diambil atau kemas dalam boks khusus.
 
Saling Berganti Mengemudi
Sungguh sangat menguntungkan bila pasangan suami-istri bisa saling bergantian pegang pengemudi. Kalaupun tidak memungkinkan, usahakan yang tidak menyetir jangan tertidur. Ajak pasangan Anda mengobrol yang ringan-ringan saja. Sekaligus bisa pula mengontrol jika kendaraan melebihi batas kecepatan. Perlu diingat pula, selama perjalanan biasanya ada saja gangguan yang bisa menyulut emosi pengemudi. Nah, tugas yang tidak meyetirlah untuk meredam emosi pasangannya, sekaligus siap melayani kebutuhan makan maupun minumnya. Putarkan lagu-lagu yang tidak kelewat menghentak namun juga tidak terlalu lembut. Ini mebantu pasangan Anda mengemudi dengan tenang.
 
Pilih Waktu yang Tepat
Ada dua pilihan : malam atau siang hari. Bila Anda memilih perjalanan di siang hari, berangkatlah seusai sahur sehingga saat matahari terbit, Anda sudah berada di luar kota hingga terhindar dari kemacetan dalam kota. Keuntungan memilih perjalanan siang hari bukan hanya bisa menikmati pemandangan alam, namun juga memudahkan Anda mengatasi masalah pada kendaraan yang mungkin muncul di tengah perjalanan.


Jika berangkat malam hari, kondisi tubuh sebaiknya benar-benar prima. Cahaya lampu dari kendaraan arah berlawanan, misalnya bisa mengundang bahaya bagi yang pengemudi yang tidak terbiasa. Bila lelah atau mengantuk, lebih baik beristiahat dulu. Untuk yang mengemudi tanpa pengganti, disarankan beristirahat setiap 4 jam sekali. Jangan memaksakan diri. Pilih tempat peristirahat yang aman. Di tepi sawah, misalnya sangat menarik bagi anak-anak. Ingat, mengantuk sering jadi penyebab kecelakaan maut.
 
Mengemudilah dalam Keadaan Santai
Usahakan mengemudikan dalam keadaan santai. Duduklah dengan tegak, tapi punggung tetap bersandar dengan enak. Tak kalah pentingnya adalah posisi tangan Anda. Sebaiknya taruh tangan di bawah posisi jantung, atau di bawah dada. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa cepat lelah.
 
Makan Secukupnya Saja
Bila mengendarai kendaraan dalam jarak tempuh cukup jauh, hindari makan terlampau kenyang. Perut yang terlalu penuh akan menyebabkan cepat lelah dan mengantuk.
Hindari Minum Kopi Berlebihan

Sering untuk mengusir rasa kantuk di saat menyopir, kita minum kopi. Kenyantaannya, minuman bersoda maupun kafein tidak membantu menyegarkan badan. Lebih baik Anda minum jus jeruk yang terbaik. Hasilnya lebih oke.
 
Hiruplah Udara Segar
Jika mobil Anda berpendingin, jangan segan-segan membuka jendela sejenak. Ini sangat bermanfaat untuk mendapt udara segar dari luar. Lakukan secara berkala. Selama perjalanan sebaiknya jendela mobil tidak dalam keadaan tertutup rapat. Ini berguna untk mempertahankan sirkulasi udara dalam mobil.


Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Memahami Pentingnya menggunakan JSA (Job Safety Anaysis) didalambekerja....

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
K3 adalah suatu kondisi pada pekerja dengan tingkat keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang setinggi-tingginya, jauh dari Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja. Agar seorang pekerja tidak mengalami PAK dan kecelakaan kerja, maka perlu diupayakan beberapa tindakan perbaikan antara lain pada lingkungan kerjanya.

Suatu lingkungan kerja nyaman bila lingkungan kerja tersebut, baik secara fisik, kimia dan biologi tidak menimbulkan gangguan kesehatan pekerja. Faktor fisik misalnya suhu tempat kerja, bising, getaran/vibrasi, radiasi maupun pencahayaan baik, aman bagi kesehatan, faktor kimiawi baik untuk proses produksi maupun hasil produksi suatu tempat kerja tidak mengganggu kesehatan pekerja, demikian pula unsur biologi yang ada di tempat kerja serta ada penerapan ergonomi yang baik. Suhu yang tinggi dan kebisingan di tempat kerja benar dapat menyulut terjadinya suatu kecelakaan kerja maupun PAK.


Dengan adanya berbagai faktor yang dapat mengganggu kesehatan kerja, maka perlu dilakukan identifikasi bahaya di tempat kerja. Identifikasi bahaya di tempat kerja perlu dilakukan, kemudian dievaluasi dan bila berada di luar standar yang ada maka dapat dilakukan pengendalian yang memadai di tempat kerja agar aman bagi pekerja. Banyak cara yang dapat dilakukan baik dari sisi mesin, instalasi maupun peralatan yang dipergunakan.

Sumber bahaya di tempat kerja dapat berasal dari bangunan, peralatan, instalasi, bahan produksi, proses produksi, cara kerja maupun lingkungan kerja. Bahaya-bahaya tersebut dapat menimbulkan peledakan, kebakaran, kecelakaan dengan berbagai derajat, juga dapat menimbulkan alergi, kerusakan kulit dan jaringan tubuh, kanker, keracunan, radio aktif maupun kelainan janin.

Sedang cara pengendalian bahaya tersebut dapat secara engineering misalnya mengganti bahan berbahaya dengan yang kurang berbahaya, mengisolasi sumber bahaya, mengadakan ventilasi yang baik; tindakan administratif pada pekerja dan bila tidak berhasil diberikan alat pelindung diri bagi pekerja.

JSA ada 3 macam:
Manfaat Penerapan JSA

  1. Dapat menemukan bahaya fisik yang telah ada pada suatu pekerjaan dan sekaligus dapat menentukan metode yang tepat untuk menghilangkan atau mengendalikan kondisi dan tindakan yang dapat membahayakan;
  2. Dapat menentukan jenis alat perlengkapan pengaman yang tepat sesuai jenis pekerjaan dan dapat untuk menentukan kualifikasi petugas, seperti kondisi kesehatan, keterampilan atau kemampuan khusus yang diperlukan, dan lain-lain;
  3. Dapat memudahkan dalam merumuskan standar pelaksanaan pekerjaan yang selaras dengan tuntutan operasi yang efisien dan aman, termasuk instruksi, pendidikan dan pelatihan;
Penerapan standar pekerjaan yang aman akan meyakinkan setiap pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya secara konsisten dan aman sehingga dapat bekerja lebih produktif;

Rumusan rangkuman JSA dapat digunakan sebagai daftar periksa (check list) pada saat mengevaluasi kinerja K3 di tempat kerja.

Manfaat Penerapan JSA

Menurunkan kecelakaan dan PAK;

Setiap bahaya yang muncul dapat diidentifikasikan dan perusahaan menetapkan pengendalian risiko, sehingga bila penerapannya terkendali, maka hal tersebut dapat menurunkan kecelakaan;

JSA dapat membantu penyelidikan kecelakaan;

Apabila suatu kecelakaan terjadi pada suatu pekerjaan yang telah dianalisis, maka dengan menggunakan hasil analisis tersebut perusahaan dapat mengetahui penyebab timbulnya kecelakaan serta menetapkan perbaikan yang diperlukan. Apabila terdapat bahaya yang belum teridentifikasi, dengan JSA ini dapat diketahui;

JSA dapat diintegrasikan ke dalam sistem mutu dan fungsi produksi pada waktu yang bersamaan.

Manfaat Penerapan JSA

  1. Menjalankan komitmen perusahaan di bidang K3;
  2. Memastikan prosedur kerja yang dilakukan adalah prosedur kerja aman;
Prosedur kerja yang dilakukan merupakan prosedur kerja yang konsisten. Jika seseorang pekerja dipindahkan ke bagian lain/keluar dari tempat kerja/meninggal dunia, maka pekerjaan yang dilakukan tetap berjalan konsisten.

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Efek Temperatur Ruangan Yang Terlalu Dingin

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 2 Comments
Kondisi suhu ruangan yang terlalu ekstrim ( panas atau dingin) akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaanya. Persepsi dingan bagi setiap orang berbeda, tergantung dari kebiasaan individu beradaptasi dengan lingkungannya. Persepsi dingin juga tergantung dari set point hypothalamus temperature regulating center.

Kadangkala seseorang merasa menggigil kedinginan walaupun suhu badannya normal. Paparan terhadap lingkungan yang dingin menyebabkan menurunya aliran darah ke permukaan kulit ?karena adanya penyempitan atau vasoconstriction blood vessels peripheral / tepi. Hal ini menghalangi proses hantaran (conduction) pada syaraf , dan mengakibatkan kurang terkontrolnya gerakan otot. Vasokonstrisi pembuluh darah juga menyebabkan perubahan pada system peredaran darah yaitu dengan menurunnya jumlah volume cairan dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Dalam hal ini tubuh bereaksi dengan seringnya frekuensi buang air kecil (therefore..when you get cold, you want to pee).



Menggigil merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk memproduksi panas yang dihasilkan dari meningkatnya basal metabolic rate. Setelah beberapa jam, suhu tubuh akan menyesuaikan dengan set point yang baru sehingga orang tersebut tidak merasakan kedinginan atau kepanasan lagi.

Bekerja di lingkungan / ruangan yang dingin harus diimbangi dengan intake air -minum yang cukup untuk tetap menjaga kelembapan kulit yang hilang saat terjadi pertukaran udara yang dingin dan kering di paru-paru. Pada suhu yang sangat ekstrim bisa menyebabkan dehydration (kehilangan cairan tubuh dalam jumlah yang banyak) yang dikenal dengan cold dehydration. Nasal epithelium juga menjadi lebih dingin /membeku saat sesorang mengambil nafas dalam, dan ini bisa menyebabkan perdarahan pada hidung (nosebleeds). Suhu yang nyaman didalam ruangan kantor tergantung dari rata-rata temperature kulit (dipengaruhi oleh kondisi cuaca, pakaian dan panas yang dihasilkan dari metabolisme / pembakaran dalam tubuh), yaitu kira kira 33 oC (Astran and Rodahl, 1977), walaupun suhu yang lebih dingin mungkin masih bisa ditoleransi. Kekurang seimbangan antara suhu tubuh seseorang dengan lingkungannya, akan membawa peranan penting bagi pekerja dalam menentukan kemampuannya melakukan tugas-tugasnya.

Penelitian yang dilakukan Sander dan McCormic (1993) menjelaskan bahwa kondisi fisik dan suasana lingkungan (di dalam dan di luar pekerjaan) yang tidak menguntungkan dan menyebabkan ketidaknyamanan berpengaruh pada kesalahan kerja atau penurunan mutu kerja.

Suatu pendekatan modern terhadap suhu / iklim di dalam ruangan kantor menyatakan range / batas kondisi suhu ruangan di dalam kantor yang masih bisa diterima oleh pekerja, yaitu pada suhu 19-23 oC , dengan relative kelembapan antara 40-70 percent ( idealnya 50-60 percent). Sedangkan di lingkungan industri lebih baik sedikit rendah, yaitu 18 -21 oC. Sumber lain meyebutkan pada suhu 22 oC merupakan temperature ruangan yang paling nyaman bagi pekerja yang duduk terus menerus. Sedangkan pada suhu 21 oC merupakan suhu ruangan yang optimum untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mental atau jiwa. Kelembapan relative, suhu / temperature dan ventilasi merupakan faktor utama untuk menentukan kualitas / mutu udara dalam ruangan. Ambang batas dimana udara mulai terasa sesak yaitu pada kelembapan relative 60 percent pada suhu 24 oC, dan? 80 percent pada suhu 18 oC. Kelembapan relative yang rendah (dibawah 30 percent) menyebabkan ketidak nyamanan bagi pekerja di kantor dan system pengeluaran tubuh (kulit) menjadi kering. Dalam kondisi ini pekerja mungkin mempunyai keluhan seperti: kulit kering, hidung tersumbat, dan iritasi pada mata. Seseorang yang mengenakan contact lens mungkin sering mengeluh? merasa kurang nyaman, dimana perlekatan contact lens yang tepat tergantung dari supply cairan lachrymal yang diproduksi oleh kelenjar lachrymalis, yang menjaga agar lensa tetap tipis dan lembab pada kornea. Gangguan electrostatic juga bisa terjadi didalam gedung dengan kelembaban yang rendah / pada suhu dingin , yang bisa menyebabkan kejutan yang menjengkelkan ketika dasar hantaran tersentuh (orang menjadi mudah terkejut dan tersinggung).

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Bunyi dan Kebisingan (Bagian I)

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Bunyi

Bunyi adalah perubahan tekanan yang dapat dideteksi oleh telinga atau kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium, medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas.

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitude atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran udara atau medium lain, sampai kegendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responya. Suara diatas 20 kHz disebut ultrasonic dan dibawah 20 Hz disebut infrasonik.



Kebisingan

Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Kebisingan juga dapat didefinisikan sebagai bunyi yang tidak disukai, suara yang mengganggu atau bunyi yang menjengkelkan. Berdasarkan Kepmenaker, kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat, proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pendengaran.

Bunyi yang menimbulkan kebisingan disebabkan oleh sumber suara yang bergetar. Getaran sumber suara ini mengganggu keseimbangan molekul udara sekitarnya sehingga molekul-molekul udara ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola ramatan longitudinal. Rambatan gelombang diudara ini dikenal sebagai suara atau bunyi sedangkan dengan konteks ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan

Sumber kebisingan

Sumber bising ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri, perdagangan, pembangunan, alat pembangkit tenaga, alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga. Di Industri, sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu

1. Mesin

Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin.

2. Vibrasi

Kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan atau ketidak seimbangan gerakan bagian mesin. Terjadi pada roda gigi, roda gila, batang torsi, piston, fan, bearing, dan lain-lain.

3. Pergerakan udara, gas dan cairan

Kebisingan ini di timbulkan akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas, outlet pipa, gas buang, jet, flare boom, dan lain-lain.

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Persiapan Mengemudi yang Aman dan Nyaman Saat Mudik (2)

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment

Mengemudi, apalagi dalam periode waktu yang cukup lama, seringkali menyebabkan gangguan yang kurang berkenan pada diri pengemudi. Begitu pula halnya dengan para penumpang yang ikut serta di dalamnya. Berikut ini kami tampilkan beberapa tips mengemudi yang aman dan nyaman dari dr. Sadoso.

Sayangi Pinggang

Kelihatannya sepele, tapi desain tempat duduk dan posisi duduk sangat mempengaruhi kebugaran pemudik, terutama pengemudi. Berikut agar terhindar dari sakit pinggang.

  1. Sesuaikan jarak kursi dengan setir. Setel agar mengakomodasi ukuran tubuh.
  2. Saat duduk, posisi pantat sebaiknya di daerah pertemuan tempat duduk dengan bantalan punggung, bukannya bergeser ke depan. Posisi ini harus selalu tersangga dengan baik.
  3. Bahan pembungkus jok mesti menyerap uap air, agar pantat pengemudi tak lengket.
  4. Sebaiknya, mobil jangan dimuati penuh, apalagi sampai berhimpitan. Suasana perjalanan akan kurang nyaman.
Jadi Pengemudi Sehat
  1. Usahakan jangan mengemudi mobil lebih dari 6 – 8 jam dalam sehari.
  2. Jangan mengemudi dalam keadaan marah atau setelah marah. Penelitian di AS menunjukan, satu di antara lima orang mengalami kecelakaan setelah marah-marah.
  3. Setelah mengemudi 4 – 5 jam, istirahat dulu, karena kecepatan reaksi dan koordinasi mulai menurun.
Senam Melawan Pegal



Duduk terlalu lama bisa membuat pegal seluruh badan. Sendi-sendi menjadi kaku, kekencangan otot memburuk, kecepatan reaksi dan koordinasi menurun. Akibatnya, Anda merasa capai. Berjejal dalam mobil juga membuat darah menggumpal di daerah kaki, terutama pembuluh darah balik. Ya, perjalanan selama tiga atau empat jam memang dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki.

Berhenti sebentar dan lakukan gerakan-gerakan di bawah ini :

  1. Kencangkan perut. Tekan pinggang kuat-kuat pada tepat duduk dan tarik otot perut ke dalam. Lakukan selama 2-3 detik, kemudian lepaskan kembali. Ulangi lima kali.
  2. Kencangkan otot pantat sekuat-kuatnya. Lakukan selam 2-3 detik, kemudian kendorkan. Lakukan lima kali.
  3. Jalan sambil duduk. Geser berat badan Anda dari pantat kanan ke pantat kiri, gerakan juga ke belakang dan ke depan. Lakukan selama 5-10 detik.
  4. Menggerakan pinggul. Gerakan pinggang ke depan, sehingga melengkung. Kemudian balik gerakan tadi, tekan pinggang ke tempat duduk dan doronglah pinggul ke depan. Ulangi lima kali.
  5. Angkatlah bahu setinggi mungkin, kemudian kembali ke posisi awal secara perlahan-lahan. Ulangi lima kali.
  6. Tarik bahu ke belakang. Kemudian coba saling menyilangkan kedua tulang belikat. Lalu kembali ke posisi awal. Ulangi lima kali.
  7. Kencangkan otot-otot paha, tahan selama 2-3 detik. Kemudian kembalikan ke posisi semula. Ulangi lima kali.
  8. Menekan setir mobil. Peganglah setir mobil Anda pada posisi jam 3 dan 9. Peganglah yang kuat dan tekan ke dalam. Tahan selam 2-3 detik, kemudian kembali ke posisi semula. Lakukan lima kali.
  9. Gerakan kepala ke arah bahu kanan, lalu kembali ke tengah. Selanjutnya, gerakan kepala ke arah bahu kiri, kemudian kembali lagi ke tengah.
Waspadai Motion Sickness

Meski sebelumnya tidak pernah mengalami, seseorang bisa mengalami motion sickness di perjalanan. Ciri-cirinya sakit kepala, pusing, dan keluar keringat dingin. Juga kurang nyaman dan mual. Bila mengalami ini, cobalah :

  1. Pindah ke tempat yang guncangannya lebih kecil (jok depan)
  2. Dapatkan udara segar secepatnyanya.
  3. Jangan makan berlebihan. Makanan ringan lebih membantu.
  4. Jangan membaca atau terfokus pada sebuah benda dalam jarak dekat.
  5. Usahakan badan Anda, terutama kepala, dalam keadaan diam.
  6. Bernapaslah dalam-dalam dan dengarkan musik dengan tenang
Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Kaum Muda, Waspadai Kolesterol Tinggi!

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Makanan bersantan, gorengan atau menu-menu berlemak memang mengundang selera. Apalagi bagi mereka yang masih berusia muda dan gemar kuliner, menu nikmat tersebut bukanlah pantangan, tetapi merupakan suatu tantangan yang membawa kenikmatan.
 
Namun begitu, kaum muda juga tetap harus berhati-hati. Karena menurut penelitian terbaru, tingginya kadar kolesterol membuat kaum muda rentan mengalami kerusakan pembuluh darah.

Menurut riset ilmuwan dari Universitas California, San Francisco dan diterbitkan jurnal Annals of Internal Medicine, menyatakan, kaum muda usia 20-an perlu memerhatikan kolesterol, karena bila kadarnya tinggi dapat merusak pembuluh darah dan memicu sakit jantung.

Dalam risetnya, tim yang dipimpin Dr Mark Pletcher memantau kelompok responden berusia 18 hingga 30 tahun. Pemantauan ini dilakukan selama 20 tahun. Hasilnya, peneliti menemukkan bahwa tingginya kolesterol pada usia yang relatif dini meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke saat menginjak usia lanjut.

"Kami biasanya tidak terlalu khawatir tentang risiko penyakit jantung yang menimpa kalangan muda, karena biasanya kondisi itu hanya menimpa orang yang sudah berumur. Tapi anak muda juga penting menjaga koresterolnya, karena koresterol berdampak pada pembuluh darah Anda nantinya," kata Pletcher.

Pletcher dan timnya mengkaji lebih dari 3.200 data responden (terdiri dari perempuan dan laki-laki kulit hitam dan putih). Mereka yang memiliki kadar koresterol jahat (LDL) tinggi di usia muda berisiko lebih besar terkena penyakit jantung, terlepas dari kadar koresterol mereka yang akan menurun nantinya.

Pletcher mengatakan, berdasarkan riset itu, tidak berarti anak muda perlu harus minum obat penurun kolesterol. Tetapi, harus menjaga apa yang mereka makan.

"Diet dan olahraga lebih bermanfaat bagi anak muda daripada obat penurun kolesterol. Karena kami tidak memiliki data yang cukup membuktikan bahwa obat tersebut berdampak langsung dan aman untuk merekomendasikan pada anak muda," kata Pletcher.

Dalam riset sebelumnya, Pletcher menemukan bahwa tekanan darah tinggi pada usia muda memicu risiko lebih tinggi mengidap penyakit jantung koroner di kemudian hari.

Atas dasar itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan setiap anak muda berusia 20 tahun atau lebih untuk mengikuti tes kolesterol setiap lima tahun sekali. Sehingga dapat diketahui. Mereka yang memiliki kadar kolesterol 200 miligram per desiliter darah berisiko terkena penyakit jantung.

Penelitian ini dianggap penting karena menurut Asosiasi Jantung Amerika diperkirakan 17,6 juta warga Amerika diperkirakan mengidap penyakit jantung koroner. Sementara, penyakit jantung meupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat dan negara-negara industri lainnya


Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Jenis dan Penyebab Kebisingan (Bagian II)

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment

Jenis-jenis kebisingan berdasarkan sifat dan spektrum bunyi dapat dibagi sebagai berikut:

1. Bising yang kontinyu

Bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus-putus. Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

  • Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut, seperti suara kipas angin, suara mesin tenun.
  • Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500, 1000, 4000) misalnya gergaji sirkuler, katup gas.
2. Bising terputus-putus

Bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise, yaitu bising yang berlangsung secar tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api



3. Bising impulsif

Bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon, meriam.

4. Bising impulsif berulang

Sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang, misalnya mesin tempa.

Berdasarkan pengaruhnya pada manusia, bising dapat dibagi atas :

1. Bising yang mengganggu (Irritating noise).

Merupakan bising yang mempunyai intensitas tidak terlalu keras, misalnya mendengkur.

2. Bising yang menutupi (Masking noise)

Merupakan bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas, secara tidak langsung bunyi ini akan membahayakan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja , karena teriakan atau isyarat tanda bahaya tenggelam dalam bising dari sumber lain.

3. Bising yang merusak (damaging/injurious noise)

Merupakan bunyi yang intensitasnya melampui Nilai Ambang Batas. Bunyi jenis ini akan merusak atau menurunkan fungsi pendengaran.

Penyebab kebisingan

Beberapa faktor terkait kebisingan yaitu:

1. Frekuensi

Frekuensi adalah satuan getar yang dihasilkan dalam satuan waktu (detik) dengan satuan Hz. Frekuensi yang dapat didengar manusia 20-20.000 Hz. Frekuensi dibawah 20 Hz disebut Infra Sound sedangkan frekuensi diatas 20.000 Hz disebut Ultra Sound. Suara percakapan manusia mempunyai rentang frekuensi 250 – 4.000 Hz. Umumnya suara percakapan manusia punya frekuensi sekitar 1.000 Hz.

2. Intensitas suara

Intensitas didefinisikan sebagai energi suara rata-rata yang ditransmisikan melalui gelombang suara menuju arah perambatan dalam media.

3. Amplitudo

Amplitudo adalah satuan kuantitas suara yang dihasilkan oleh sumber suara pada arah tertentu.

4. Kecepatan suara

Kecepatan suara adalah suatu kecepatan perpindahan perambatan udara per satuan waktu.

5. Panjang gelombang

Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh perambatan suara untuk satu siklus.

6. Periode

Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus amplitudo, satuan periode adalah detik.

7. Oktave band

Oktave band adalah kelompok-kelompok frekuensi tertentu dari suara yang dapat di dengar dengan baik oleh manusia. Distribusi frekuensi-frekuensi puncak suara meliputi Frekuensi : 31,5 Hz – 63 Hz – 125 Hz – 250 Hz – 500 Hz – 1000 Hz – 2 kHz – 4 kHz – 8 kHz – 16 kHz.

8. Frekuensi bandwidth

Frekuensi bandwidth dipergunakan untuk pengukuran suara di Indonesia.

9. Pure tune

Pure tone adalah gelombang suara yang terdiri yang terdiri hanya satu jenis amplitudo dan satu jenis frekuensi

10. Loudness

Loudness adalah persepsi pendengaran terhadap suara pada amplitudo tertentu satuannya Phon. 1 Phon setara 40 dB pada frekuensi 1000 Hz

11. Kekuatan suara

Kekuatan suara satuan dari total energi yang dipancarkan oleh suara per satuan waktu.

12. Tekanan suara

Tekanan suara adalah satuan daya tekanan suara per satuan
Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Bagaimana Mengetahui Dan Mengatasi Adanya Kebocoran LPG....?

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
 BAGAIMANA MENGETAHUI DAN MENGATASI ADANYA KEBOCORAN LPG?
  1. Tercium bau khas gas ELPIJI yang menyengat
  2. Terdapat embunan pada tabung ELPIJI biasanya ada disekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve maupun sambungan pada foot ring
  3. Terdapat bunyi mendesis pada regulator.
  4. Jika terjadi kebocoran pada tabung Gas ELPIJI tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Lepaskan regulator, bawa tabung keluar ruangan dan letakkan di tempat terbuka. JANGAN MENYALAKAN API ATAU MENGHIDUPKAN LISTRIK
  5. Bawa tabung gas ELPIJI tersebut ke agen atau penjual gas Elpiji


Tips khusus :
Ruang dapur yang menjadi satu dengan ruang makan atau ruang tidur dan tidak Mempunyai ventilasi atau sirkulasi udara yang baik maka harus diperhatikan perihal sebagai berikut :
  • Tidak ada akumulasi gas dalam ruangan dengan cara membuka pintu/jendela terlebih dahulu. Bau khas ELPIJI tidak akan tercium apabila kita sedang pilek dan penciuman kita akan mengalami imun terhadap bau apabila kita sudah terpapar bau tersebut dalam waktu yang cukup lama.
  • Pada saat ruangan tertutup ditinggal dalam waktu lama, pada saat membuka pintu »»harus diyakinkan bahwa dalam ruang tersebut tidak terjadi akumulasi ELPIJI akibat kebocoran sebelum menyalakan listrik dan sumber api lain.
  • Jangan mencolok-colok valve tabung apabila ELPIJI tidak keluar dari tabung, tukarkan dengan penjual atau agen terdekat.
  • Jangan menggunakan kompor gas dan kompor minyak tanah secara bersamaan dalam satu ruangan.
  • Jangan menghidupkan kompor jika tercium bau ELPIJI yang bocor.
Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

 

Pedoman Pemadaman Kebakaran

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 7 Comments
Latar Belakang

Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang rawan terhadap bahaya kebakaran, maka berdasarkan hal tersebut pemerintah telah menetapkan peraturan perundangan untuk menanggulangi masalah kebakaran. Seperti yang tertuang dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 ayat 1 yang berisi tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk : mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ; mencegah dan megurangi peledakan ; memberikan kesempatan/jalan menyelamatkan diri dalam bahaya kebakaran ; pengendalian penyebaran asap, gas, dan suhu.

Proses Terjadinya Kebakaran

Kebakaran adalah api yang tidak terkontrol dan tidak dikehendaki karena dapat menimbukan kerugian baik harta benda maupun korban jiwa. Api dapat terbentuk jika terdapat keseimbangan tiga unsur yang terdiri dari bahan bakar, oksigen, dan panas. Hubungan ketiga komponen ini biasanya disebut dengan segitiga api, sehingga bila mana salah satu unsur tersebut dihilangkan maka api akan padam.

Metode Pemadaman

Bedasarkan teori segitiga api maka prinsip teknik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan pencampuran ketiga unsur penyebab kebakaran, atau dengan menghentikan proses pembakaran dengan memutus rantai reaksi. Prinsip itu dapat dilakukan dengan teknik-teknik sebagai berikut :

1. Pendinginan (Cooling)

Suatu kebakaran dapat dipadamkan dengan mendinginkan permukaan dari bahan yang terbakar dengan menggunakan semprotan air sampai suhu dibawah titik nyala. Untuk bahan bakar dengan titik nyala yang rendah seperti bensin, pendinginan dengan menggunakan bahan air kurang efektif. Pendinginan digunakan dalam memadamkan kebakaran yang melibatkan bahan bakar dengan titik nyala yang tinggi.

2. Penyelimutan (Smothering)

Suatu kebakaran dibatasi dengan memutus hubungan bahan bakar dengan oksigen atau udara yang diperlukan bagi terjadinya proses pembakaran. Menyelimuti suatu kebakaran dengan CO2 atau busa akan menghentikan supply udara untuk kebakaran.

3. Memisahkan bahan yang dapat terbakar (Starvation)

Metode ketiga untuk memadakan api adalah dengan memisahkan bahan yang dapat terbakar dengan jalan menutup aliran bahan bakar yang menuju tempat kebakaran atau menghentikan supply bahan bakar.



4. Memutus reaksi rantai kimia

Terjadinya proses pembakaran dari gabungan ketiga unsur menghasilkan gas-gas lainnya seperti H2S, NH3, HCN (sesuai dengan benda yang terbakar). Hasil reaksi yang penting adalah atom bebas O dan H yang dikenal sebagai atomatom radikal yang membentuk OH dan pecah menjadi H2 dan O. Atom radikal O dapat membentuk api lebih besar. Maka cara pemadaman ini adalah dengan memutus rantai reaksi pembakaran dengan media pemadam api yang bekerja secara kimia.

Klasifikasi Kebakaran

Tujuan dari klasifikasi kebakaran adalah untuk mengenal jenis media pemadam api sehingga dapat memilih media yang tepat bagi suatu kebakaran berdasarkan klasifikasi. Klasifikasi kebakaran di Indonesia yang ditetapkan dalam Permenaker No. 04/Men/1980 mengacu pada NFPA sebagai berikut :

1. Klas A : Bahan Padat kecuali logam (Kayu, arang, kertas, plastik dan lain-lain)
2. Klas B : Bahan cair dan gas (Bensin, Solar, minyak tanah, aspal, alkohol, elpiji, dll.)
3. Klas C : Peralatan listrik yang bertegangan
4. Klas D : Bahan Logam (Magnesium, Almunium, Kalium, dll.)
 
Jenis Media Pemadam

A. Media Pemadam Cair

1. Air : Air dapat dipakai sebagai pemadam kebakaran klas A dan B.
2. Busa : Efektif memadamkan kebakaran klas A dan B terutama jika permukaan yang terbakar sangat luas.
3. CO2 :Cocok untuk memadamkan kebakaran klas B dan C.

B. Media Pemadam Padat

1. Pasir dan Tanah
Efektif untuk memadamkan kebakaran klas A dan B namun hanya untuk ceceran minyak atau oli dalam jumlah yang kecil.
2. Tepung Kimia
Cara kerja tepung kimia dalam memadamkan api adalah dengan memisahkan atau menyelimuti bahan dengan udara dan secara kimia memutuskan rantai reaksi pembakaran.

Dalam pemadaman perlu diperhatikan :

1. Arah angin
2. Jenis bahan yang terbakar
3. Volume dan potensi bahan yang terbakar
4. Letak dan situasi lingkungan
5. Lamanya terbakar
6. Alat pemadam yang tersedia

Teknik Penggunaan Media Pemadam Kebakaran

A. Hydrant

Untuk teknik pemadaman dengan hydrant yang harus diperhatikan untuk pemegang nozzle adalah:
1. Posisi kaki selalu kuda-kuda
2. Buka atau tutup pancaran air harus diarahkan ke atas.
3. Saat Pancaran jet sebaiknya nozzleman harus dalam posisi di tempat (berhenti) dan ingat bahaya tekanan balik dari pancaran air.
4. kalau bergerak harus dengan pancaran tirai, kaki tidak melangkah tetapi bergeser dan selalu membentuk kuda-kuda.
5. Pandangan selalu ke depan ke arah api dan selalu memperhatikan kerja sama team.
6. Cara memegang nozzle sesuai dengan prinsip ergonomi yang aman dan disesuaikan dengan teknik pemadaman yang diiginkan.

Prinsip Cara Menggelar Selang
1. Arah lemparan dari sumber air kearah api
2. Gelaran selang tidak boleh terpuntir
3. Selang tidak boleh ditarik atau diseret sepanjang permukaan tanah
4. Untuk selang gulungan :
- Dengan dilemparkan mendatar ke bawah
- Dengan dibawa berjalan (khusus kopling instantaneous)
5. Untuk selang lipatan ujungnya langsung dibawa ke arah api.

Prinsip Cara Meringkas Selang
1. Luruskan selang sehingga tidak terdapat lekukan
2. Buang air dalam selang dari sumber air ke arah api
3. Gulung selang dari arah api ke sumber air
4. Letakan kopling dalam gulungan tunggal/ganda

B. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Sebelum melakukan pemadaman dengan APAR harus di test terlebih dahulu dengan membuka kunci pengaman dan mengarahkan nozzle ke atas.
1. Jenis tepung kimia : lakukan test di tempat pengambilan APAR dan arahkan nozzle ke atas, handle di tekan/dipukul.
2. Jenis CO2 : lakukan test di tempat pengambilan APAR arahkan nozzle ke atas jangan memegang corong (horn) saat memadamkan kebakaran.
3. Jenis Busa mekanik: nozzle dipegang pada lubang masuk udara.
4. Jenis busa kimia : perhatikan selang APAR jangan sampai tersumbat.
5. Selesai pemadaman pancaran nozzle harus selalu diarahkan ke bawah.

Pedoman Keselamatan Pemadam
Sebagai pedoman setiap akan bertindak dalam pemadaman kebakaran harus mengutamakan keselamatan jiwa (safe life first) baik diri sendiri atau keselamatan team. Untuk itu setiap pemadam harus :

1. Tegas dan disiplin
2. Tenang, waspada (mudah berfikir) dan percaya diri.
3. Kompak dalam kerja sama team
4. Cepat dan efesien
5. Setiap selesai pemadaman yakinkan api telah padam mundur sampai jarak aman dan jangan langsung balik badan. Hal ini dapat dicapai karena terbiasa, dari pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dalam latihan.

INGAT .. !! SAAT API PADAM, JANGAN
SAMPAI ANDA IKUT PADAM !! 


Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Urgent!!! Bahaya lampu neon (lampu tabung) !

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Selama ini pemerintah kurang mensosialisasikan bahaya lampu TL atau yang sering kita sebut lampu “neon”. Masalahnya lampu hemat energi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah tidak dibarengi oleh informasi penting mengenai bagaimana mengelola limbah lampu TL. Padahal setidaknya sekali dalam setahun kita mengganti lampu TL di rumah kita, apakah itu karena sudah rusak (akibat bocor) atau karena pecah (nah ini lebih berbahaya).

Lampu TL mengandung sampai 5 miligram MERCURY (dalam bentuk uap atau bubuk).Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar.

nilah bedanya lampu pijar dan lampu TL kalau lampu pijar (bohlam) menyala karena adanya tahanan di kumparan tungstennya tetapi kalau lampu TL itu menyala karena BERPENDAR. Beda lo antara PIJAR dan BERPENDAR? untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi, makanya lampu TL wattnya kecil.



Sudah tahu dong kalau beberapa miligram Mercury/ Uap Raksa saja bisa meracuni metabolisme tubuh manusia, apalagi bila terkespos pada anak-anak bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut. Uap raksa ini adalah neurotoksin/racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal.

Pemerintah Amerika beragumen penggunaan lampu TL dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. Lampu TL sampai saat ini masih menggunakan Mercury karena memang belum ada pengganti sebaik mercury.

Sekarang bagaimana bila kita tidak sengaja memecahkan lampu TL dalam suatu ruangan? berikut ada beberapa langkah yang diadopsi oleh EPA (Agen Lingkungan Amerika):

  1. Sebelum membersihkan buka semua ventilasi ruangan (jendela, pintu) dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit.
  2. Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC.
  3. Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai, ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik.
  4. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa2 remah2 kaca.
  5. Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik.
  6. Jangan sekali2 menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan pecahan kaca, karena akan memperluas sebaran debu serbuk merkuri.
  7. Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin. (Kalo diluar negeri pembuangan sampah khususnya limbah lampu TL diatur secara ketat, bahkan ada recyling center khusus lampu TL ini)
  8. Cuci tangan anda.
Kabar baiknya Lampu TL akan segera diganti dengan Lampu LED, karena lampu LED ini bebas dari Merkuri dan bahkan lebih hemat dari TL. Lampu LED sudah banyak beredar di pasaran untuk kebutuhan lampu senter dan lampu Emergency.

Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Bekerja di Lingkungan Berbahaya

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Beberapa hal yang harus diketahui bila anda bekerja didaerah / dilingkungan berbahaya antara lain :
  1. Adanya sumber – sumber bahaya yang mungkin timbul dari aktivits pekerjaan yang anda lakukan.
  2. Prosedure kerja aman didaerah berbahaya .
  3. Sarana pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bila terjadi accident.
  4. Kewajiban atasan / pimpinan untuk pekerjaan didaerah berbahaya
  5. Menjelaskan kepada tenaga kerja tentang kondisi – kondisi berbahaya dan penanggulangannya.
  6. Selalu menyediakan dan mengingatkan tenaga kerja akan pentingnya alat pelindung diri untuk pekerjaan berbahaya tersebut.
  7. Menjelaskan kepada tenaga kerja tentang cara – cara dan sikap yang aman dan benar dalam peleksanaan pekerjaan.
Yang termasuk bekerja didaerah berbahaya disini adalah :


  • Bekerja di ketinggian
  • Bekerja di ruang terbatas
  • Bekerja di Dekat Daerah Peledakan
  • Bekerja di Dekat Dinding Pit
  • Bekerja di Dekat Air
  • Bekerja Menggunakan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
  • Bekerja di dekat conveyor dan benda berputar lainnya
  • Bekerja dengan bejana / silinder bertekanan

Sehubungan dengan bekerja didaerah berbahaya merupakan pekerjaan yang beriko tinggi maka sebaiknya sebelum melaksanakan pekerjaan agar diberikan dulu Safety Talk kurang lebih 10 menit agar aman dan selamat.

Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Hargailah Sepasang Tangan Anda

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Tangan adalah sebagian asset dari tubuh kita yang sangat penting. Sehingga perlindungan terhadap tangan sangat diutamakan . Semua pekerjaan yang kita lakukan setiap hari baik yang ringan ataupun yang berat, selalu diawali atau diikuti dengan menggunakan tangan .

Cobalah anda menatap dan memperhatikan tangan anda di depan anda . Perhatikanlah. itulah kedua tangan anda yang pernah anda miliki. Sekarang bayangkan bila salah satu tangan anda sakit dan cobalah bertepuk tangan ! Anda dipastikan akan mengalami kesulitan karenanya atau sekarang cobalah anda bertepuk tangan hanya dengan 1 tangan anda ! Pastilah anda tidak dapat melakukannya .

Tangan Kita sangatlah unik. Tak ada makhluk di dunia mempunyai tangan yang dapat menyerap, memegang , bergerak, dan menggerakkan object seperti tangan manusia. Tangan adalah salah satu dari asset terbesar kita,maka, harus dilindungi dan diawasi. Tangan kita harus selalu diperhatikan, karena tangan merupakan alat utama ketika mengambil beban tugas dan juga tangan yang terluka atau cedera akan mengurangi kecepatan kerja kita .

Kedua tangan kita adalah bagian tubuh kita yang paling sering mengalami kecelakaan. Hampir 20% kecelakaan yang menimpa tangan berakibat menjadi cacat tetap. Sehingga bila kita kehilangan jari atau sebagian tangan, maka kemampuan kita untuk bekerja akan menjadi sangat terbatas.

Meskipun kita sudah terbiasa dengan pekerjaan sehari-hari, namun bila kita tidak waspada atau lengah sedikit saja , maka kecelakaan akan dapat terjadi. Di bawah ini adalah beberapa contoh terjadinya kecelakaan yang menimpa jari dan tangan kita :


  1. Jari yang tergores pada fitting yang tajam ketika sedang mengencangkan bola lampu.
  2. Jari yang tertusuk serabut kayu ketika menuruni tangga kayu.
  3. Tangan yang terpotong ketika mengoperasikan peralatan industri .
  4. Jari tergores lembaran metal
  5. Jari / tangan terbakar ketika memantik api las
  6. Jari tertusuk straples / penjepit kertas
  7. Jari terjepit ketika menyusun tumpukan kayu atau pipa
Berikut adalah beberapa faktor pendukung terjadinya kecelakaan pada tangan

  • Perkakas tangan bermesin
  • Getaran
  • Crusher
  • Material jatuh
  • Terjepit material berputar
  • Bersentuhan sumber panas / bahan kimia (zat Toxic)
  • Tergelincir
  • Suhu ekstrim
  • Electricity
  • Material tajam
Hindari kecelakaan menimpa jari atau tangan anda dengan mentaati prosedur kerja dan pemakaian APD yang benar !
Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Konsep 5R

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment
Housekeeping

5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai. Konsep 5R ini diadaptasi dari program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia

RINGKAS

Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sebuah perusahaan.

Langkah melakukan RINGKAS :

  1. Cek-barang yang berada di area masing-masing.
  2. Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan.
  3. Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan
  4. Siapkan tempat untuk menyimpan / membuang /memusnahkan barang-barang yang tidak digunakan.
  5. Pindahkan barangbarang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan.
RAPI

Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut.

Langkah melakukan RAPI :

  1. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan
  2. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan
  3. Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula.
RESIK

Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy.

Langkah melakukan RESIK :

  1. Penyediaan sarana kebersihan,
  2. Pembersihan tempat kerja,
  3. Peremajaan tempat kerja, dan
  4. Pelestarian RESIK.
RAWAT

Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan membakukannya (standardisasi).

Langkah melakukan RAWAT :

  1. Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan
  2. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja
RAJIN

Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sduah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN”

Langkah melakukan RAJIN :

  1. Target bersama,
  2. Teladan atasan
  3. Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja
  4. Kesempatan belajar
Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

K3 Perkantoran

Ki Sigit Marsono January 20, 2019 Add Comment

Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi.

Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya.

Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan.





Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%.

Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 PERKANTORAN

Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan dengan pelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaitu indoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :

Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya.

Jaringan elektrik dan komunikasi.

Kualitas udara.

Kualitas pencahayaan.

Kebisingan.

Display unit (tata ruang dan alat).

Hygiene dan sanitasi.

Psikososial.

Pemeliharaan.

penggunaan Komputer.

PERMASALAHAN K3 PERKANTORAN DAN REKOMENDASI

Konstruksi gedung :

Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan).

Seleksi material, misalnya tidak menggunakan bahan yang membahayakan seperti asbes dll.

Seleksi dekorasi disesuaikan dengan asas tujuannya misalnya penggunaan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Tanda khusus dengan pewarnaan kontras/kode khusus untuk objek penting seperti perlengkapan alat pemadam kebakaran, tangga, pintu darurat dll. (peta petunjuk pada setiap ruangan/unit kerja/tempat yang strategis misalnya dekat lift dll, lampu darurat menuju exit door).

Kualitas Udara :

Kontrol terhadap temperatur ruang dengan memasang termometer ruangan.

Kontrol terhadap polusi

Pemasangan “Exhaust Fan” (perlindungan terhadap kelembaban udara).

Pemasangan stiker, poster “dilarang merokok”.

Sistim ventilasi dan pengaturan suhu udara dalam ruang (lokasi udara masuk, ekstraksi udara, filtrasi, pembersihan dan pemeliharaan secara berkala filter AC) minimal setahun sekali, kontrol mikrobiologi serta distribusi udara untuk pencegahan penyakit “Legionairre Diseases “.

Kontrol terhadap linkungan (kontrol di dalam/diluar kantor).

Misalnya untuk indoor: penumpukan barang-barang bekas yang menimbulkan debu, bau dll.

Outdoor: disain dan konstruksi tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dll.

Perencanaan jendela sehubungan dengan pergantian udara jika AC mati.

Pemasangan fan di dalam lift.

Kualitas Pencahayaan (penting mengenali jenis cahaya) :

Mengembangkan sistim pencahayaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk membantu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. (secara berkala diukur dengan Luxs Meter)

Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna, dekorasi dll.

Menegembangkan lingkungan visual yang tepat untuk kerja dengan kombinasi cahaya (agar tidak terlalu cepat terjadinya kelelahan mata).

Perencanaan jendela sehubungan dengan pencahayaan dalam ruang.

Penggunaan tirai untuk pengaturan cahaya dengan memperhatikan warna yang digunakan.

Penggunaan lampu emergensi (emergency lamp) di setiap tangga.

Jaringan elektrik dan komunikasi (penting agar bahaya dapat dikenali) :

Internal

* Over voltage

* Hubungan pendek

* Induksi

* Arus berlebih

* Korosif kabel

* Kebocoran instalasi

* Campuran gas eksplosif





Eksternal

* Faktor mekanik.

* Faktor fisik dan kimia.

* Angin dan pencahayaan (cuaca)

* Binatang pengerat bisa menyebabkan kerusakan sehingga terjadi hubungan pendek.

* Manusia yang lengah terhadap risiko dan SOP.

* Bencana alam atau buatan manusia.

Rekomendasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran

Penggunaan central stabilizer untuk menghindari over/under voltage.

Penggunaan stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal ini untuk menghindari terjadinya hubungan pendek dan kelebihan beban.

Pengaturan tata letak jaringan instalasi listrik termasuk kabel yang sesuai dengan syarat kesehatan dan keselamatan kerja.

Perlindungan terhadap kabel dengan menggunakan pipa pelindung.

Kontrol terhadap kebisingan :

Idealnya ruang rapat dilengkapi dengan dinding kedap suara.

Di depan pintu ruang rapat diberi tanda ” harap tenang, ada rapat “.

Dinding isolator khusus untuk ruang genset.

Hak-hal lainnya sudah termasuk dalam perencanaan konstruksi gedung dan tata ruang.


Display unit (tata ruang dan letak) :

Petunjuk disain interior supaya dapat bekerja fleksibel, fit, luas untuk perubahan posisi, pemeliharaan dan adaptasi.

Konsep disain dan dan letak furniture (1 orang/2 m?).

Ratio ruang pekerja dan alat kerja mulai dari tahap perencanaan.

Perhatikan adanya bahaya radiasi, daerah gelombang elektromagnetik.

Ergonomik aspek antara manusia dengan lingkungan kerjanya.

Tempat untuk istirahat dan shalat.

Pantry dilengkapi dengan lemari dapur.

Ruang tempat penampungan arsip sementara.

Workshop station (bengkel kerja).

Hygiene dan Sanitasi :

Ruang kerja

Memelihara kebersihan ruang dan alat kerja serta alat penunjang kerja.

Secara periodik peralatan/penunjang kerja perlu di up grade.

Toilet/Kamar mandi

Disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair.

Membuat petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan closet duduk, larangan berupa gambar dll.

Penyediaan bak sampah yang tertutup.

Lantai kamar mandi diusahakan tidak licin.

Kantin

Memperhatikan personal hygiene bagi pramusaji (penggunaan tutup kepala, celemek, sarung tangan dll).

Penyediaan air mengalir dan sabun cair.

Lantai tetap terpelihara.

Penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengolahannya tidak menggunakan minyak goreng secara berulang.

Penyediaan bak sampah yang tertutup.

Secara umum di setiap unit kerja dibuat poster yang berhubungan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja.

Psikososial

Petugas keamanan ditiap lantai.

Reporting system (komunikasi) ke satuan pengamanan.

Mencegah budaya kekerasan ditempat kerja yang disebabkan oleh :

Budaya nrimo.

Sistem pelaporan macet.

Ketakutan melaporkan.

Tidak tertarik/cuek dengan lingkungan sekitar.

Semua hal diatas dapat diatasi melalui pembinaan mental dan spiritual secara berkala minimal sebulan sekali.

Penegakan disiplin ditempat kerja.

Olah raga di tempat kerja, sebelum memulai kerja.

Menggalakkan olah raga setiap jumat.

Pemeliharaan

Melakukan walk through survey tiap bulan/triwulan atau semester, dengan memperhitungkan risiko berdasarkan faktor-faktor konsekuensi, pajanan dan kemungkinan terjadinya.

Melakukan corrective action apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Pelatihan tanggap darurat secara periodik bagi pegawai.

Pelatihan investigasi terhadap kemungkinan bahaya bom/kebakaran/demostrasi/ bencana alam serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi satuan pengaman.

Aspek K3 perkantoran (tentang penggunaan komputer)

Pergunakan komputer secara sehat, benar dan nyaman :

Hal-hal yang harus diperhatikan :

Memanfaatkan kesepuluh jari.

Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit.

Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja.

Lakukan peregangan.

Sudut lampu 45 derajat.

Hindari cahaya yang menyilaukan, cahaya datang harus dari belakang.

Sudut pandang 15 derajat, jarak layar dengan mata 30 – 50 cm.

Kursi ergonomis (adjusted chair).

Jarak meja dengan paha 20 cm

Senam waktu istirahat.

Rekomendasi untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran

Perlu membuat leaflet/poster yang berhubungan dengan penggunaan komputer disetiap unit kerja.

Mengusulkan pada Pusat Promosi Kesehatan untuk membuat poster/leaflet.

Penggunaan komputer yang bebas radiasi (Liquor Crystal Display).

PENUTUP

Dalam pelaksanaan K3 perkantoran perlu memperhatikan 2(dua) hal penting yakni indoor dan outdoor. Baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanannya maupun terhadap jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas udara, kualitas pencahayaan, kebisingan, display unit (tata ruang dan alat), hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer.


Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.