Ruang Tertutup (Confined Space)

Ki Sigit Marsono January 18, 2019
RUANG TERTUTUP (CONFINED SPACE)

Tahukah Anda tentang Ruang tertutup (Confined Space)?

Menurut National Institute of Occupational Health and Safety (NIOSH) ruang tertutup adalah ruangan yang mempunyai pintu akses keluar dan masuk yang terbatas dan tidak diperuntukkan untuk pekerjaan yang berlangsung terus menerus di dalam ruang tertutup. Sirkulasi udara di dalam ruang tertutup tidak alami dan dapat mengandung atau menghasilkan kontaminan udara berbahaya.

Beberapa contoh ruang tertutup dapat dijumpai seperti tangki penyimpanan,lorong atau selokan, sumur, silo, tong penyimpanan, boiler, ducting penghisap dan ventilasi, mixer, terowongan, pipa berdiameter besar (contoh: cerobong asap batu bara) ruang bawah tanah dan ruangan yang mempunyai karakteristik ruang tertutup.

Ruang tertutup dapat dikelompokkan di dalam dua kategori:
  1. Ruang tertutup dimana bagian atas merupakan ruang terbuka, dengan kedalaman tertentu seperti: terowongan, galian bawah tanah.
  2. Ruang tertutup dengan pembatasan jalan masuk atau keluar contoh: tangki, dan silo.
Bahaya apa saja yang dapat mencelakakan Anda, jika bekerja di ruang tertutup (Confined Space)...?

Bahaya bekerja di ruang tertutup dapat menyebabkan cidera yang serius dan bahkan sampai kematian pada pekerja. Dua faktor utama yang menyebabkan kematian di ruang tertutup:
  1. Kegagalan dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya bekerja di ruang tertutup dan
  2. Tindakan emergency atau darurat yang tidak tepat. Tindakan darurat biasanya merupakan reaksi yang spontan ketika keadaan darurat dan dapat menyebabkan kematian jika dilakukan tidak tepat.
Identifikasi bahaya yang ada antara lain:
Bahaya fisik:
  • Suhu ruangan yang panas atau dingin dapat menimbulkan masalah pada pekerja. Oleh karena itu perlu diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan di ruang tertutup.
  • Terhisap atau terkubur ketika menginjak material butiran kecil yang disimpan tong atau silo seperti kedelai, pasir atau tepung, dan menir, gandum. Material ini mungkin saja tampak keras dari permukaan namun di dalamnya kosong atau rapuh. Ilustrasi dapat digambarkan dalam gambar berikut. Gambar ilustrasi bahaya terhisap atau terperosok material butiran kecil sewaktu menginspeksi silo
  • Bahaya kebisingan. Kebisingan dapat saja bersumber dari suara bearing blower yang sudah waktunya di-service, dari suara pergeseran daun chain dengan body chain
  • Terpeleset pada permukaan yang licin dan basah atau terperosok pada lereng atau lubang-lubang yang ada di dalam silo.
  • Kejatuhan benda. Pekerja yang bekerja di dalam harus hati-hati jika ada pekerja lain di luar ruang tertutup terutama bagian atas.
Bahaya atmosfer udara di dalam ruang tertutup.
  • Udara dengan kadar Oksigen yang kurang atau berlebih Kondisi kadar oksigen (O2) di dalam ruang tertutup kurang dari 19,5% dari oksigen yang tersedia. Ketika tingkat oksigen turun di bawah 17%, pekerja akan mengalami sesak napas dan pandangan akan kabur. Pada kadar O2 antara 14-16% pekerja akan mengalami cepat lelah dan napas tersendat-sendat. Pada 6% kadar O2 pekerja dapat pingsan dan meninggal dalam beberapa menit jika tidak cepat ditolong. Mengapa oksigen dapat berkurang? Karena ada pekerjaan tertentu sedang dikerjakan di dalam Silo seperti mengelas, pemotongan atau pelapisan dinding, dan reaksi kimia tertentu seperti proses pengkaratan atau proses fermentasi bakteri serta adanya gas lain yang lebih ringan dari O2 seperti gas karbit, gas asitelin, atau gas LPG. Namun jika kadar O2 berlebih (> 21%) akan mudah sekali ruang tersebut terbakar jika ada api. Selain kondisi O2 berlebih, konsentrasi gas, uap atau debu dengan komposisi campuran tepat untuk terbentuk api.Kondisi udara yang beracun. Kondisi ini karena udara yang ada di dalam ruang tertutup tidak dapat mengalir bebas masuk dan keluar karena bentuk dan susunan ruang tertutup. Sehingga udara yang ada di dalam bisa sangat berbeda dengan udara di luar ruangan. Timbulnya udara beracun di ruang tertutup dapat disebabkan antara lain:
  1. Produk atau material yang disimpan mempunyai sifat beracun misal obat fumigasi.
  2. Jenis pekerjaan yang akan dilakukan di ruang tertutup misal pengecatan. Pada pengecatan, uap larutan cat (thinner) mudah sekali menguap sampai pada konsentrasi tertentu akan meracuni udara di dalam ruang, selain itu mendesak oksigen keluar ruang, akibatnya di dalam ruang miskin oksigen
 Tips Aman Bekerja di Ruang Tertutup (Confined Space) 
  1. Lakukan identifikasi bahaya sebelum melakukan pekerjaan di ruang tertutup.
  2. Untuk pengendalian bahaya,lakukan ijin kerja sebelum memasuki. Karena dengan ijin kerja petugas safety akan membantu Anda dalam memverifikasi bahaya di ruang tertutup yang kemungkinan akan kontak dengan Anda
  3. Sebelum memasuki ruang tertutup Anda didampingi petugas safety wajib melakukan pengukuran kadar gas berbahaya, seperti Phospin atau PH3 (gas racun dari fumigasi), Karbon monoksida atau CO (Gas racun dari pembakaran tidak sempurna), Methana atau CH4 (gas yang mudah sekali terbakar atau meledak) dan kandungan O2 di dalam ruang tertutup.
  4. Setelah diverifikasi kondisi lingkungan dalam kondisi aman, lakukan penguncian sumber energi dengan metode lockout tagout (LOTO).
  5. Penuhi dan pakai alat pelindung diri sesuai bahaya dan risiko yang diterima seperti: masker, helm, sepatu, dan sarung tangan.
  6. Untuk memperlancar ventilasi udara di ruang tertutup maka sediakan vetilasi dengan blower, jika diperlukan.
  7. Operator atau Supervisor atau section head harus mengetahui dan mempersiapkan P3K atau tanggap darurat jika ada kondisi yang darurat.
  8. Berikan pencahayaan yang cukup di dalam ruang tertutup. Karena ada beberapa orang yang takut gelap (claustrophobia)

Referensi: National Institute of Occupational Health and Safety (NIOSH) “A Guide to Safety In Confined Space” tahun 2004 


Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »