Showing posts with label Ergonomi Kerja. Show all posts
Showing posts with label Ergonomi Kerja. Show all posts

Maksimum Berat Beban Ergonomi

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 2 Comments
Maksimum Berat Beban Ergonomi Berat beban maksimum yang dapat diangkat oleh manusia sangat tergantung dari faktor seperti jenis kelamin dan umur. Menentukan secara pasti angka beban  maksimum yang dapat diangkat akan menjadi sulit karena tiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, kadang tidak pula tergantung dari jenis kelamin dan umur manusia. Pertimbangan yang digunakan untuk menentukan beban maksimum individu lebih pada faktor-faktor risiko yang ada, misalnya; ukuran dan bentuk beban, jarak, tinggi pengangkatan beban, dll. Pedoman yang dapat digunakan sesuai dengan manual handling code 1990 dari Inggris (HSE Executive) dalam menetapkan beban yang dapat diangkat adalah sebagai berikut; 1. Pada posisi duduk, tidak disarankan mengangkat lebih dari 4,5 kg 2. Beban antara 16 sampai 55 kg, maka risiko cidera akan semakin meningkat. Gunakan alat angkat dan atau mengangkat secara tim 3. Beban lebih dari 55 kg tidak diperkenankan mengangkat sendiri. Gunakan alat bantu dan atau mengangkat secara tim Sedangkan menurut NIOSH, USA maksimum beban yang dapat diangkat adalah 27 kg oleh 90% populasi baik pria dan wanita.


Panduan berikut ini dapat pula digunakan untuk kegiatan mengangkat dan menurunkan beban.Perhatikan pada gambar di bawah ini.

[caption id="attachment_153" align="alignnone" width="235" caption="Ergonomi kerja"]


Mengangkat dan menurunkan antara; Posisi beban rapat dengan tubuh; (kg) Posisi beban jauh dari tubuh; (kg) Shoulder height-full height 10 5 Elbow - shoulder 20 10 Knuckle - elbow 25 15 Mid lower leg - knuckle 20 10 Bellow mid lower leg 10 5 Catatan ; 1. Asumsi beban stabil, mudah digenggam dan kompak 2. Jika dilakukan twisting/memutar, maka jika sudut putaran 45 derajat dari kaki nilai beban dikurangi 10% 3. Jika sudut putaran 90 derajat maka nilai beban dikurangi 20% 4. Frekuensi pengangkatan dan penurunan beban. Panduannya adalah sebagai berikut ; - Jika dilakukan satu atau 2 kali semenit, beban dikurangi 30% - Jika dilakukan 5 - 8 kali permenit, beban dikurangi 50% - Jika dilakukan lebih dari 12 kali permenit, beban dikurangi 80% 5. Panduan di atas untuk laki-laki. Untuk wanita semua nilai beban dikurangi 1/3-nya.

Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Mengenal Low Back Pain

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 Add Comment

Low Back Pain atau LBP merupakan gangguan muscoloskeletal yang menyerang sekitar 80 % dari populasi dewasa dengan derajat kesakitan yang berbeda-beda. Gejala LBP berkisar pada sakit otot yang menusuk atau nyeri, kaku/keterbatasan rentang gerak, atau ketidakmampuan berdiri tegak. Kadang-kadang, rasa sakit yang dirasakan di pinggang dapat menjalar sampai ke tempat lain dari tubuh.

LBP juga dikenal sebagai nyeri pinggang. Penyebabnya sangat bervariasi antara lain: Kebiasaan bersikap buruk (bad posture) yang terakumulasi selama bertahun-tahun. bodi mekanik yang salah, stres, kebiasaan dalam bekerja, berkurangnya kelenturan tubuh, kemunduran kemampuan fisik , kecelakaan, dan masih banyak lagi, misal karena kehamilan, gangguan ginjal, maupun tumor. Aktivitas duduk di depan layar computer selama berjam-jam membuat pergerakan tulang belakang menjadi sangat kurang. Terkadang karena terlalu lama duduk, pergerakan yang tiba-tiba dilakukan dapat menyebabkan peregangan tulang belakang yang selanjutnya akan menimbulkan gejala nyeri pinggang. 

Apa yang harus kita lakukan bila kita mengalami nyeri punggung bawah (LBP) ?

Kompres es. Bila nyeri / trauma baru saja muncul, kompreskan pada daerah nyeri selama 10-15 menit. Sehari 3-4 kali Istirahat. istirahatkan daerah nyeri dari hal hal yang memicu datangnya nyeri.Relaksasi. Keadaan relak akan menurunkan ketegangan yang timbul akibat nyeri. Bisa dengan tidur atau duduk dalam posisi yang paling nyaman, kalau perlu ganjal dengan bantal secara tepatUsahakan posisi yang ergonomis. Termasuk cara bergerak, duduk, ataupun angkat barangKe Dokter atau Fisioterapis. Jika LBP terjadi >12 minggu (akut) segera kunjungi dokter dan fisioterapi.

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Mencegah Terkena Nyeri Punggung Bawah (LBP) ?

Duduk.
Duduklah secara benar terutama saat bekerja. Karena keasyikan bekerja akan membuat kita lupa posisi yang tidak menguntungkan, dengan akibat akan terjadi penumpukan lelah pada daerah punggung yang bisa memicu timbulnya LBP. Jangan duduk yang terlalu melengkung/melorot (slump-sit), terlalu membungkuk atau condong kedepan saat bekerja, duduk lama tanpa interupsi. Lakukanlah duduk dekat dengan area kerja, pilih tinggi kursi yang pas agar kaki bisa menapak lantai. Pilih kursi yang punya sandaran tegak danada sedikit lengkung kaku, untuk menopang punggung secara benar. Saat menyetir duduklah yang tepat agar kaki bisa meraih pedal tanpa merosot. Jika perlu desain ulang tempat kerja dengan memperhatikan ergonomi.

Tidur
Tak ada cara tidur yang baku, yang penting nyaman dan nyenyak. Cara bangun dari tidur adalah dengan miring dahulu, kaki turun dari tempat tidur, lalu bangun dengan dibantu oleh tangan. Jangan tidur di matras yang terlalu empuk. Akan memberikan lengkung berlebih pada punggung, yang bisa memicu timbulnya LBP. Tidur dalam satu posisi terlalu lama, akan memberikan strain pada otot terutama bila tidur lebih dari 7-9 jam. Pilihlah alas tidur yang cukup empuknya, tidak terlalu keras, tapi cukup untuk menyangga lengkung tulang belakang. Pilihlah tempat tidur yang cukup luasnya agar bisa berganti posisi sercara leluasa

Berdiri
Keseimbangan yang bagus merupakan kunci berdiri yang sehat. Jangan memakai sepatu hak tinggi dan keras atau hak datar pada pemakaian yang lama, berdiri pada suatu posisi untuk waktu yang lama, berdiri dengan lutut terkunci, otot perut kendor dan punggung melengkung, serta membungkuk saat bekerja di tempat yang rendah. Lakukanlah menaruh satu kaki lebih tinggi dan sering rubah posisi jika berdiri untuk waktu yang lama, sesuaikan ketinggian tempat kerja dengan postur kita, ubah posisi sesering mungkin dan pilih sepatu yang tepat untuk menunjang lengkung arkus kaki

Body Mechanic.
Saat mengangkat barang secara manual, posisi kepala jangan menunduk, kepala tetap tegak, dagu merapat ke leher, punggung tegak, lakukan seperti atlet angkat berat melakukan angkat besi, taruh barang yang akan diangkat sedekat mungkin dengan tubuh kita dan pandai pandailah memperkirakan antara besar dan berat benda yang akan kita angkat dengan kemampuan kita. Bila diluar kemampuan kita, carilah bantuan.
INTERUPSI
Bila bekerja pada suatu posisi untuk waktu yang lama, lakukan jeda sejenak dengan melakukan gerak yang berlawanan

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.