Showing posts with label Keselamatan Kerja. Show all posts
Showing posts with label Keselamatan Kerja. Show all posts

Tipe Kecelakaan Kerja

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 1 Comment
Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis berdasarkan skenario/bentuk kontak korban dengan energi/bahan. Klasifikasi kecelakaan disesuaikan dengan panduan dari ILO dan dalam Permenaker No.03/MEN/1998 tentang Pelaporan dan Penyelidikan Kecelakaan. Ada 11 tipe kecelakaan kerja yaitu ;

1. Struck Against

Tipe kecelakaan ini melibatkan kejadian dimana seorang pekerja bergerak dan membentur suatu benda baik diam atau bergerak. Energi benturan datangnya dari pihak korban. Misal : pekerja membentur pipa, bagian mesin yang menjorok keluar, bagian yang tajam, dll.


2. Struck By



Tipe kecelakaan ini melibatkan sesuatu (misal; forklift, truk, bagian mesin bergerak) yang bergerak dan dengan tenaganya menabrak/membentur korban. Energi berasal dari bendanya atau dari hasil perbuatan korban.

3. Contact With

Tipe kecelakaan jenis ini melibatkan adanya agen (bisa beruba bahan kimia, uap panas, api, cairan panas) yang bergerak ke arah korban.

4. Contact By

Tipe kecelakaan ini berbanding terbalik dengan contact with, dimana pada kecelakaan ini korban bergerak menuju dimana ada agen yang berbahaya

5. Caught In

Tipe kecelakaan ini terjadi bila seseorang atau salah satu anggota tubuhnya terperangkap/terjepit pada sebuah bukaan/enclosure.

6. Caught On

Tipe kecelakaan ini melibatkan pakaian korban terperangkat pada bagian mesin/alat yang bergerak. Akibatnya korban akan tertarik dan mengalami cidera akibat kontak dengan mesin/alat.

7. Caught Between

Tipe kecelakaan ini melibatkan anggota tubuh korban terjepit antara benda bergerak dan benda yang diam atau diantara dua benda bergerak.

8. Fall Same Level

Tipe kecelakaan yang berupa akibat kaki terantuk benda dan korban jatuh pada lantai yang sama levelnya. Bisa pula korban tergelicir akibat menginjak cairan licin di lantai dan jatuh pada lantai yang sama.

9. Fall to Below

Tipe kecelakaan dimana korban bekerja di ketinggian dan jatuh ke permukaan tanah.

10. Overexertion

Tipe kecelakaan yang melibatkan cidera akibat korban melakukan kegiatan mengangkat, menarik, dan mendorong. Korban pada tipe kecelakaan ini juga cidera akibat posisi tubuh yang tidak normal saat melakukan kegiatan tersebut atau pekerjaan berulang-ulang dilakukan korban.

11. Exposure

Tipe kecelakaan kerja ini melibatkan korban terpapar dengan kondisi lingkungan kerja misalnya suhu, kebisingan, gas, dll.
Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Safety Dalam Keseharian

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 9 Comments
Kebiasaan yang baik ditempat kerja baik di kantor,workshop maupun di warehouse, diharapkan terbawa ke rumah. Tapi sebaliknya, kebiasaan buruk dirumah jangan dibawa ke tempat kerja. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tapi bila tak percaya, boleh tengok beberapa tahun silam, perusahaan-perusahaan di indonesia harus mengajarkan karyawannya untuk menggunakan toilet dengan baik . Apa sebabnya?

Di rumah, seringkali toilet adalah tipe jongkok, sedangkan di perusahaan-perusahaan kita, tipe duduk. Nah, sebagian orang mengeluh tidak dapat menggunakan yang tipe duduk, sehingga akhirnya mereka memilih jongkok diatasnya. Akibatnya, bibir toilet selalu kotor, banyak bekas sepatu bahkan ada yang pecah. Perlu diketahui bahwa jongkok pada toilet tipe duduk sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan dan resikonya sangat fatal.

Maka akhirnya didalam dunia safety, munculllah apa yang disebut OFF-THE-JOB SAFETY. Semua hal-hal yang baik dikantor atau perusahaan, diharapkan tertular pada keluarga dan kehidupan keseharian.



Kita ambil contoh 1 hal yang mudah. Penyimpanan botol racun. Botol racun, diperusahaan kita kenal dengan sebutan “B3” atau “Bahan Beracun dan Berbahaya.” Namanya keren bukan? Tapi tidak keren dampaknya.

Diperusahaan saja, masih ada yang suka menyimpan material lain, di bekas drum B3. Maklum, menggunakan bahan yang tak terpakai lagi. Tapi ini sama sekali tidak boleh. Dirumah atau ditempat kerja, pernahkah kita meletakan racun tanpa label? Atau meletakan cairan pembersih didalam bekas botol air mineral?

Mungkin sekarang anda tertawa dan mengatakan: ”Tidak Mungkin!” tapi bila salah satu dari keluarga anda yang tak sengaja menelan racun, hanya karena pembantu anda salah meletakan botolnya, maka anda tidak akan tertawa lagi.

Hal lain dalam keseharian: patuh pada peraturan. Bila kita lihat saat dijalan raya, aturan tentang penggunaan Safety Belt atau Seat Belt sejak 5 November 2003 lalu sudah wajib. Tetapi kok masih banyak yang melanggar? Menunggu ditilang polisi? Oh, rupanya sudah disiapkan, kalau ditilang nanti siap ”damai”.

Padahal, bila kita masuk perusahaan, semua prosedur harus ditaati. Nah, untuk hal yang sederhana ini, terbawakah budaya patuh kita pada prosedure atau SOP ini kedalam keseharian kita? Kita bisa lihat, mungkin bagi pengendara motor sering ”Menerabas” lampu merah. Atau menyusul dari sebelah kiri. Atau tidak memberikan tanda saat belok. Atau mengemudi/membonceng orang tanpa safety helmet.

Diluar perusahaan, kita masih menunggu sanksi. Kita berbuat seolah-olah semua yang kita lakukan dalam safety itu adalah peraturan belaka. Padahal polisi ataupun pihak yang berwenang tidak dapat mengembalikan nyawa yang hilang bila tabrakan, atau mereka tidak akan membayar biaya rumah sakit, bila pengemudi mengalami luka parah

Semua yang kita lakukan dalam safety adalah untuk diri kita sendiri. Maka anehlah, bila safety diperusahaan tidak terbawa dalam keseharian kita. Bayangkan saja, dalam 24 jam sehari, waktu anda berada ditempat kerja hanya 8 jam atau 1/3 dari satu hari. Dalam 16 jam lain, anda berada di lalu lintas, berolahraga, dan berbagai aktifitas lainnya, dimana anda juga terpapar dalam bahaya.

Bila akhirnya anda mengalami suatu luka serius dirumah (off-the-job safety), maka anda rugi, dan perusahhan pun rugi, karena anda tidak produktif di keesokan harinya. Oleh karena itu, pada safety talk kali ini, pesan yang dibawa cukup sederhana. Bawalah safety pada keseharian anda. Entah itu di bioskop, entah itu dijalan raya, ataupun ditempat-tempat rekreasi. Think safety and work safety. Atau bisa juga ”Go home, play, and come back safety.” Promosikanlah “off-the-job safety” sebanyak mungkin, bahkan lebih tepatnya “off-the-job SHE” karena kesehatan pun layak dipertahankan di rumah dan dimana saja, demikian pula dengan penyelamatan lingkungan dimulai dari diri kita dan rumah kita.

Lima Menit “Think Safety”

Untuk Kebahagiaan Sepanjang Hidupmu

Untuk Kebahagiaan Istri & Anak-anakmu
Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

7 Penyebab Kecelakaan

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 Add Comment

7 Penyebab Umum Kecelakaan

  1. Jalan Pintas (Short Cut)
  2. Percaya Diri Berlebihan
  3. Memulai Pekerjaan Dengan Instruksi Yang Tidak Lengkap
  4. Kerapian Kerja Yang Jelek (Housekeeping)
  5. Mengabaikan Prosedur Keselamatan
  6. Gangguan Mental Dari Pekerjaan
  7. Gagal Untuk Menyiapkan Rencana Sebelum Kerja
1. Jalan Pintas……..Short Cut

Setiap hari kita membuat keputusan dimana diharapkan dapat membuat pekerjaan kita lebih cepat dan lebih efisien.

Tetapi apakah Anda pernah memikirkan penghematan waktu yang dilakukan akan menimbulkan resiko terhadap keamanan diri Anda, atau keselamatan pekerja lain?.

Jalan Pintas yang mengurangi keselamatan Anda pada suatu pekerjaan bukan merupakan jalan pintas, tetapi sebuah peningkatan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan


2. Percaya Diri Berlebihan

Percaya Diri merupakan sesuatu yang bagus.
Overconfidence yang terlalu berlebihan dari sesuatu yang baik, seperti menganggap “Hal itu tidak akan pernah terjadi pada diri saya” merupakan sikap yang dapat membuat prosedur, peralatan, atau metode tidak dilaksanakan dengan benar dalam bekerja.

Hal ini adalah merupakan pencetus timbulnya suatu kecelakaan

3. Memulai Pekerjaan Dengan Instruksi Yang Tidak Lengkap

Untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan benar, hal pertama yang Anda butuhkan adalah informasi yang lengkap.

Apakah Anda pernah melihat seorang pekerja yang melakukan pekerjaan dengan instruksi pekerjaan yang tidak begitu jelas (hanya beberapa bagian)?.

Jangan malu bertanya untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur pekerjaan dan tindakan keselamatan.

“Bukan hal yang bodoh untuk bertanya, sebaliknya hal yang bodoh jika Anda tidak bertanya”.

4. Kerapian Kerja Yang Jelek (Housekeeping)

Ketika pelanggan, manajer atau orang-orang safety berjalan melalui unit Anda, kerapian merupakan indikator penting dari sikap seseorang mengenai kualitas, produksi dan keselamatan.

Kerapian kerja yang jelek akan menciptakan bahaya dari berbagai unsur.

Area yang ditata dengan baik, menciptakan standar yang akan diikuti oleh unit lain.

Kerapian kerja yang baik merupakan sebuah kebanggaan dan keselamatan.

5. Mengabaikan Prosedur Keselamatan

Dengan sengaja mengabaikan prosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda.

Anda dibayar untuk mengikuti kebijaksanaan perusahaan mengenai keselamatan bukan untuk membuat peraturan sendiri……..

“Causal” about safety can lead to a casualty!

6. Gangguan Mental Dari Pekerjaan

Mengalami hari yang jelek di rumah dan memikirkannya di kantor adalah kombinasi yang berbahaya.
Menghilangkan pelindung “mental” dapat menghilangkan fokus Anda terhadap prosedur keselamatan kerja.

Anda juga bisa terganggu ketika sedang sibuk bekerja seseorang teman datang untuk berbicara/bercanda ketika Anda sedang bekerja,

Jangan melepaskan perhatian dari mesin”walaupun hanya satu menit”.

7. Gagal Untuk Menyiapkan Rencana Sebelum Kerja

Kecelakaan dapat terjadi akibat kurangnya perencanaan sebelum bekerja

Apakah pada saat sebelum bekerja kita sudah memikirkan hal-hal sbb :

  • Apakah saya sudah mengetahui bahaya pada pekerjaan ini?
  • Apakah saya sudah menggunakan tool yang tepat ?
  • Apakah saya mengetahui prosedur pekerjaan ini ?
  • Apakah saya sudah menggunakan APD yang tepat
Sekarang ini banyak pembicaraan mengenai Job Safety Analysis

JSA adalah cara yang efektif untuk memberikan gambaran terbaik mengenai bekerja secara aman dan efektif

(JSA : tahap-tahap apa yang perlu untuk menyelesaika pekerjaan, bahaya masing-masing tehap, dan bagaimana menghilangkan atau mengurangi bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja)

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.
HSE FOKUS K3L PADA BAHAYA ATAU ASPEK LINGKUNGAN BUKAN RESIKO ATAU DAMPAK

HSE FOKUS K3L PADA BAHAYA ATAU ASPEK LINGKUNGAN BUKAN RESIKO ATAU DAMPAK

Ki Sigit Marsono February 22, 2019 Add Comment
Dalam beberapa kesempatan melakukan review , live audit K3L (bagian dari training Internal Audit K3L), maupun audit K3L, kami  banyak menemukan MISS-ORIENTASI dalam penyusunan sistem Manajemen K3L.


• Banyak perusahaan yang justru fokus untuk melakukan pengendalian terhadap resiko / dampak. Namun belum menemukan cara bagaimana mengurangi bahaya dan/atau aspek K3L. Padahal Menurut kami fokus pengendalian seharusnya dilakukan terhadap bahaya dan atau aspek, bukan pada resiko / dampak. Miss-orientasi ini sayangnya sudah berkembang menjadi paradigma berpikir untuk kita fokus dalam mengendalikan resiko / dampak. Akibatnya semua tindakan pengendalian lebih difokuskan pada resiko / dampak bukan pada area bahaya / aspek. Sebagai contoh :
→ Ketika terjadi ceceran, bagaimana untuk mengatasi ceceran tersebut, termasuk diantaranya memiliki secondary containment (tatakan) dan tanggul untuk memblokir ceceran. Bukan pada usaha bagaimana supaya tidak terjadi ceceran.
→ Ketika terjadi kecelakaan dipikirkan penggunaan APD supaya ketika terjadi kecelakaan, resiko yang ditimbulkan bisa menjadi lebih minimal. Bukan pada pencegahan terhadap kecelakaan atau pencemaran.
→ HIRADC dan atau IAD fokus pada pengendalian resiko atau dampak. Bukan pada pengendalian Bahaya / Aspek K3L.


→ Training yang dilakukan sering difokuskan pada area resiko, bagaimana melakukan pemadaman api, melakukan investigasi kecelakaan, melakukan emergency respond, melakukan first aid, dan lain sebagainya. Minim sekali training-training yang berfokus pada pengendalian terhadap bahaya / aspek K3L.


Sebenarnya tidak salah juga kalau kita memiliki program untuk mengendalikan resiko / dampak, dan kita juga tidak bisa meninggalkan atau mengabaikan resiko / dampak, namun usaha kita seharusnya lebih diorientasikan pada pengendalian bahaya / aspek K3L. Usaha kita harus lebih difokuskan pada pencegahan. Ketika pola pikir kita sudah berorientasi pada bahaya / aspek lingkungan, maka tindakan kita pun akan terarah kepada pengendalian bahaya / aspek lingkungan.


Contoh dari studi kasus hasil life audit yang kami lakukan :
• Bahaya : Cipratan dan paparan uap Asam. Sebelumnya mereka focus pada penggunaan pakaian tertutup untuk menghindari cipratan dan uap mengenai manusia (fokus pada resiko). Ketika kami mengarahkan mereka untuk fokus dalam mengendalikan bahaya, maka secara otomatis pola pikir mereka menjadi lebih terfokus pada cipratan dan paparan uap asam tersebut. Bagaimana agar tidak ada atau mengurangi cipratan dan paparan uap asam. Dan hasilnya muncul program pengendalian sebagai berikut :


→ Merubah cara penuangan dengan melarang penuangan manual tetapi harus menggunakan pompa (ditarik dengan pompa),
→ Memasang kipas yang diarahkan keluar, menjauhkan uap kimia dari pekerja.
→ Ada pula ide untuk meninggikan proses penyedotan menggunakan pompa yang berada diatas kepala karena ada pemikiran uap akan naik ke atas sehingga manusianya bebas dari uap (terlepas dari perlunya adanya pembuktian bahwa uap akan naik keatas, namun ide ini menarik karena fokus pada bahaya paparan).
Kasus ini terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar dalam merubah pola pikir kita untuk menyusun progam K3L yang lebih bersifat prevention. Oleh karena itu kita harus selalu tekankan pada saat menyusun HIRADC / IAD ataupun program K3L, pengendalian di fokuskan terhadap Bahaya / aspek K3L bukan pada resiko / dampak yang ditimbulkan.
SAFETY PEOPLE

SAFETY PEOPLE

Ki Sigit Marsono February 22, 2019 Add Comment
   SAFETY PEOPLE
Safety People are UNIQUE. They see THINGS DIFFERENTLY.
Always OBSERVING with a caring eye.
Safety People THINK DIFFERENTLY too,
Always LOOKING OUT to me and you
( Orang- orang Safety memang unik. Mereka memandang sesuatu dengan cara 
BERBEDA. 
Selalu  MENGAMATI dengan mata penuh kepedulian. Orang- Orang Safety
 BERPIKIR DGN CARA BERBEDA juga, selalu MENGAWASI anda dan saya)

They see HAZARDS where others PASS THEM BY.
They often SEE POTENTIAL ACCIDENT before they happen, and they PREVENT THEM too,  
and often NO ONE EVEN KNOWNS ABOUT IT
 ( Mereka melihat BAHAYA yang TERLEWAT oleh mata orang lain. Mereka sering 
MELIHAT BAHAYA POTENSI  KECELAKAAN sebelum terjadi, dan mereka juga
 MENCEGAH  terjadinya bahaya tsb. Dan sering kali TAK SEORANGPUN
 MENYADARI hal ini)

Some call safety people are ODD DUCKS. Perhaps, they are  a lots of talking  and GO
 AROUND inspecting things, and they sometimes fly a long way for safety  meeting too.
 Same Safety People Do
( Ada yang menyebut Orang- Orang Safety BEBEK YANG ANEH. Mungkin benar, 
mereka BANYAK BERCELOTEH, dan BERKELIARAN mengawasi segala sesuatu.
 Dan kadang- kadang mereka juga terbang jauh menghadiri rapat keselamatan kerja. 
Ada orang-orang safety memang melakukan hal tsb.)

Yes, Safety People OFTEN  LIE AWAKE NIGHTS, dreaming OF an accident – free world for you and me. And then THEY WORKS LONG HOURS, making that DREAM COME TRUE. For me and you, Safety People do.

( Ya, orang- orang safery SERING TERJAGA SEPANJANG MALAM, 
memimpikan dunia bebas kecelakaan bagi anda dan saya. Dan kemudian 
MEREKA BEKERJA DALAM JAM YANG PANJANG, untuk MEWUJUDKAN IMPIAN itu, 
untuk saya dan anda, itulah orang – orang safety)

Safety People are TOUGH when it calls for  toughness. They are short and tall, fat and slim, and 
all those things. But they share one BURNING PASSION to SAVE LIVES and PREVENT
 INJURIES
. And to make this world a better, SAFER PLACE for us to live. It is true.
 ( Orang- orang safety bisa TEGAS bila ketegasan memang dibutuhkan.
Orang- orang safety bisa pendek atau tinggi, gemuk atau ramping. 
Dan segala sifat manusiawi lainnya. Tapi mereka sama- sama memiliki suatu
 KEINGINAN YANG MEMBARA untuk MENYELAMATKAN JIWA dan mencegah 
CEDERA, dan menjadikan dunia ini lebih baik, dan LEBIH AMAN untuk kita diami. 
Memang benar.....! )

So FORGIVE them THEIR UNIQUENESS, and just say, “ THANK GOD they are that way ! “

They are Safety People

 (Jadi , MAKLUMLAH KEUNIKAN MEREKA, dan katakan saja 
“ SYUKURLAH MEREKA SEPERTI ITU “

Mereka adalah Orang – orang Safety)