Showing posts with label Promosi Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Promosi Kesehatan. Show all posts

Mari Berolahraga

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 1 Comment

Kesibukan kerja, kurangnya sarana olahraga atau ruang terbuka di daerah tempat tinggal dan tidak ada program kebugaran dari perusahaan seringkali menyebabkan seseorang jarang dan enggan untuk melakukan olahraga.

Pernahkah anda menonton program latihan kebugaran ditelevisi ? apakah anda terpancing ikut bergerak atau menonton sambil duduk di kursi dan ngemil ? buat anda yang mengikuti gaya terakhir ini jangan salahkan diri kalau sering mengeluh kurang bugar. Tak harus ikut program kebugaran seperti itu, cukup ambil olahraga yang ringan dan murah meriah.

Sepertinya berat sekali ketika harus memulai program baru olahraga. Padahal kebugaran tubuh perlu mendapat perhatian, apalagi kalau dikaitkan dengan masalah kesehatan. Sekedar mengingatkan, sehat itu suatu keadaan ketika seseorang tidak mempunyai penyakit apapun, baik dari sisi mental maupun fisik. Namun, kesehatan tidak banyak manfaatnya jika tubuh tidak bugar. Jadi, bugar itu suatu keadaan ketika seseorang dapat melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa kelelahan yang berarti, dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk kegiatan lainnya. 


Dengan berolahraga dapat meningkatkan kebugaran fisik dan olahraga memiliki deretan manfaat yang panjang. Sebut saja, meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Mengurangi lemak tubuh, menurangi resiko terkena penyakit jantung koroner (PJK), menurunkan tekanan darah, menurunkan bobot badan dan kadar gula darah, serta mengurangi resiko terkena osteoporosis. Manfaat lain ialah manfaat ekonomis. Anda yang bertubuh sehat dan fit, akan jarang sakit. Ini jelas mengurangi kemungkinan pengeluaran biaya kesehatan. Bahkan olahraga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Apa hubungannya ? bentuk fisik ideal, jantung dan paru-paru yang sehat akibat berolahraga jelas merupakan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari yang menunjang rasa percaya diri.

Bagaimana cara Olahraga sehat ?

Persiapan sebelum olahraga

1) Pilih olahraga yang digemari, aman, mudah, dan murah.
2) Analisa dosis aman dan jenis olahraga yang cocok terutama bila :
    a) Ada keluhan sering pusing, sesak nafas, nyeri dada.
    b) Berpenyakit jantung koroner, asma, kencing manis, hipertensi, dll.
    c) Berusia > 30 tahun.
3) Gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman.
4) Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya tunggu sampai 2 jam.
5) Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis.

Pemanasan

Pemanasan 5 -10 menit dengan aktivitas aerobik ringan (berjalan rileks, streching, lari santai di tempat )

Latihan

Intensitas latihan :

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, nadi latihan harus mencapai 70% - 85% denyut nadi maksimal (DNM) = 220 - UMUR
Contoh :
- Usia 40 tahun , DNM = 220 - 40 = 180.
- Untuk membakar lemak harus olahraga dengan denyut nadi mencapai : 60 %x180 = 108 & 70 %x80 = 126.
- Denyut nadi olahraga = 108-126

Bervariasi jenisnya supaya tidak monoton.
Frekuensi latihan 3 - 5 X per-minggu
Latihan inti minimal 20 menit

Olahraga pun harus dimulai dari otot-otot yang besar, kemudian ke otot yang kecil. karena otot kecil mudah lelah. bila latihan otot kecil terlebih dahulu, belum sampai pada target tubuh sudah lelah.Semampunya (tidak memaksakan)
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu 0,5 - 1 jam,
Untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (> 1 jam).

Pendinginan

Selesai latihan
Pendinginan untuk mengembalikan denyut jantung menjadi normal, relaksasi otot 5-10 menit

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam olahraga?

Tidak Dianjurkan olahraga
Sedang demam.
Varises kaki & paha untuk olahraga jalan
Nyeri sendi terutama lutut.
Penyakit-penyakit :
Tekanan darah tinggi tidak terkontrol.
Kencing manis tidak terkontrol.
Kelainan katup jantung.
Gejala : pusing, tidak mampu berkonsentrasi, atau terasa letih.
Bila timbul Gejala jangan memaksakan diri untuk terus olahraga
Warna urin :
Kuning jernih : air dalam tubuh cukup
Warna kuning pekat : tubuh memerlukan air

Tidak direkomendasikan olahraga setiap hari, karena :
Waktu pemulihan kurang
Kelelahan berlebihan,
Cedera otot dll
Tidak ada peningkatan kesegaran tubuh.

Hindari dehidrasi
Cegah dehidrasi :
- Minumlah sedikitnya 1 gelas air setiap 15 menit sepanjang waktu olahraga, dan pastikan cukup minum sebelum dan sesudah berolah raga
- Gunakan baju tidak terlalu ketat, bahan ringan dan warna terang agar tidak menyerap sinar matahari
Jangan langsung makan kenyang setelah olahraga, makanlah yang lunak/cairan.
Jangan langsung mandi.
Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu basah.

Olah-raga yang baik untuk karyawan
- Senam
- Jalan kaki
- Jogging
- Bersepeda
- Berenang
Jalan kaki adalah Jenis olahraga yang paling mudah, murah, dan memiliki risiko cedera lebih kecil
a. Jalan kaki selama 20 menit / hari akan membakar 7 pound lemak per tahun.
b. Jalan kaki ± 40 menit menurunkan berat badan.
c. Jalan kaki cepat 25 menit/hari meningkatkatkan :
Kinerja jantung dan paru-paru.
Menguatkan otot-otot, ligamen, tendon, tulang rawan.
d. Memperlambat osteoporosis (wanita)
e. Memperbaiki sistem pengaturan gula darah dalam tubuh.
f. Meningkatkan metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih cepat, sekalipun tengah istirahat
q Mengurangi depresi dan kecemasan.
g. Resiko cedera rendah karena pembebanan ketika kaki mendarat benturannya ± 1,25 kali bobot badan.
h. Membantu rehabilitasi paska serangan jantung dan stroke

Jadikan olahraga bagian dari kebutuhan dan rutinitas kehidupan seperti makan, ibadah dll

Mulai hari ini…. !
kita laksanakan…!
perilaku hidup sehat Sebagai bagian ibadah dan Sebagai tanggungjawab untuk Masa depan kita & keluarga Serta perusahaan
 

Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Yang Berbahaya di Lingkungan Kita

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 Add Comment
1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2 . PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.
UDANG + VITAMIN C = RACUN
Vitamin C sangat di butuhkan bagi tubuh kita dan udang merupakan makanan yang berkhasiat untuk meningkatkan kecerdasan otak dan daya ingat. Tapi apa yang terjadi apabila kita selesai makan udang kemudian mengkonsumsi Vitamin C...?
 
Dari beberapa khasus yang terjadi Udang + Vitamin C dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Hal ini terjadi apabila kita mengkonsumsi Udang diikuti dengan mengkonsumsi Vitamin C.

Udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5) yang apabila setelah kita mengkonsumsi udang lalu mengkonsumsi vitamin C maka akan terjadi reaksi kimia yang membuat Arsenic Pentoxide (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3)yang sangat beracun yang menggakibatkan pendarahan pada organ tubuh manusia bahkan bisa menyebabkan kematian.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN




Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan . Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.




A. Kertas .




Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb.

Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B . Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

”Mari jadikan KESEHATAN sebagai prioritas dalam aktivitas no. 1 hidup kita. Bukankah mencegah jauh lebih baik dibandingkan mengobati? Mari PEDULI pada kesehatan kita.”

Dari berbagai sumber
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.

Promosi Kesehatan di Tempat Kerja

Ki Sigit Marsono February 24, 2019 6 Comments
Setiap pekerja berhak atas derajat kesehatan yang optimal sebagai modal yang azasi untuk dapat menjalankan aktivitas yang produktif. Pekerja baik di sektor swasta maupun pemerintah, perusahaan formal maupun informal, selain proporsinya lebih dari 70 % dari seluruh populasi, pada hakekatnya merupakan jantungnya organisasi dan motornya produktivitas.

Di tempat kerja kemungkinan terdapat tiga sumber utama bahaya potensial kesehatan kerja yaitu ; 1) lingkungan kerja, 2) pekerjaan, serta 3) manajemen yang belum terlatih tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Apabila kondisi bahaya potensial dari ketiga sumber utama tersebut dapat diminimalkan, apalagi dieliminasikan; maka pekerja dapat lebih leluasa mewujudkan tanggung jawabnya masing-masing untuk melakukan perawatan diri menuju tingkat kesehatan dan pemeliharaan kesehatan yang setinggi-tingginya.

Sebagai sumber daya terpenting dalam organisasi, wajar apabila pekerja dijamin aksesnya untuk berpartisipasi dalam program kesehatan kerja yang memfasilitasikan pencapaian derajat kesehatan dan kapasitas kerja yang setinggi-tingginya, sambil juga melindungi pekerja dari kemungkinan pengaruh yang merugikan kesehatan karena pemajanan oleh bahaya potensial terhadap kesehatan di tempat kerja.

Fokus program promosi kesehatan kerja di tempat kerja, bermanfaat selain untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran atau kapasitas kerja, juga dapat mencegah penyakit degeneratif kronik seperti misalnya penyakit jantung koroner, stroke, kanker, penyakit paru obstruksi kronik dan lain-lain. Bahkan penyakit degeneratif kronik itu,kini telah menjadi penyebab kematian nomor satu pekerja usia prima melebihi kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja maupun penyakit menular (WHO, 1996).

Oleh karena itu pelayanan kesehatan kerja tidak cukup hanya melindungi kesehatan pekerja dari pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh pemajanan dengan hazard kesehatan yang berasal dari lingkungan kerja dan pekerjaan. Akan tetapi kesehatan kerja masa kini harus memprioritaskan program promosi kesehatan pekerja di tempat kerja yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan kerja yang melaksanakan upaya perbaikan derajat kesehatan fisik, mental dan sosial pekerja serta dalam rangka pencegahan penyakit yang jelas tinggi prevalensinya diantara pekerja, selain mendukung sumber daya manusia dalam mencapai kinerja, jenjang karir dan produktivitas organisasi atau tempat kerja yang setinggi-tingginya.

Definisi dan Kerangka Kosep
Promosi kesehatan di tempat kerja merupakan komponen kegiatan pelayanan pemeliharaan/ perlindungan kesehatan pekerja dari suatu pelayanan kesehatan kerja. Sayang sekali, dalam beberapa hal promosi kesehatan di tempat kerja dikembangkan sebagai kegiatan yang terpisah dari pelayanan kesehatan kerja. Hal ini selain membuang sumber daya, juga tidak efektif dalam kemajuan program promosi kesehatan di tempat kerja.




Sehat berarti tidak hanya ketiadaan suatu penyakit tapi optimalnya kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial. Promosi kesehatan kerja didefinisikan sebagai proses yang memungkinkan pekerja untuk meningkatkan kontrol terhadap kesehatannya. Jika dilihat dalam konteks yang lebih luas, promosi kesehatan di tempat kerja adalah rangkaian kesatuan kegiatan yang mencakup manajemen dan pencegahan penyakit baik penyakit umum maupun penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan serta peningkatan kesehatan pekerja secara optimal.

Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan di tempat kerja (health promotion at the workplace) adalah program kegiatan yang direncanakan dan ditujukan pada peningkatan kesehatan para pekerja beserta anggota keluarga yang ditanggungnya dalam konteks tempat kerja.

Promosi kesehatan di tempat kerja diselenggarakan berdasarkan suatu kerangka konsep (framework), yang dibangun melalui beberapa kunci seperti ; pendekatan (approach), strategi (strategies), area prioritas (priority areas), faktor yang mempengaruhi (influence factors), dan lain-lain. Bagan kerangka konsep dapat dilihat di bawah ini :

Pendekatan Langkah Area Prioritas Faktor Perilaku sehat

Strategi Pengaruh & positif

Tujuan
Tujuan promosi kesehatan di tempat kerja adalah untuk mempengaruhi sikap masing-masing pekerja mengenai kesehatannya secara individu, sehingga dari hari ke hari mereka akan menentukan keputusan atas pilihannya secara personal, menuju gaya hidup yang sehat dan lebih positif.

Tujuan khusus secara jelas harus dinyatakan dan disampaikan pada semua pekerja yang berpartisipasi dalam program. Yang termasuk tujuan khusus adalah sbb;

  1. Mempengaruhi pekerja untuk menerima dan memelihara gaya hidup yang sehat dan positif.
  2. Mempengaruhi pekerja untuk menerima dan memelihara kebiasaan makan makanan dengan kandungan gizi yang optimal. Mempengaruhi pekerja untuk berhenti merokok.
  3. Mempengaruhi pekerja untuk mengurangi/menurunkan/menghilangkan penyalahgu- naan obat dan alkohol.
  4. Membantu pekerja untuk terbiasa mengatasi stress yang dialami dalam kehidupannya.
  5. Mengajarkan pekerja mengenai kemampuan P3K dan CPR.
  6. Mengajarkan pekerja mengenai penyakit umum dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya serta bagaimana mencegah serta meminimalisasi akibatnya.
  7. Mengadakan penilaian menyeluruh secara medis.
Manfaat Promosi Kesehatan di Tempat Kerja
  1. Bagi pihak manajemen tempat kerja
  2. Meningkatnya dukungan terhadap program kesehatan dan keselamatan pekerja di tempat kerja
  3. Citra positif (tempat kerja yang maju & peduli kesehatan)
  4. Meningkatnya moral staf
  5. Menurunnya angka kemangkiran karena sakit
  6. Meningkatnya produktivitas
  7. Menurunnya biaya kesehatan
  8. Bagi pekerja
  9. Meningkatnya percaya diri
  10. Menurunnya stress
  11. Meningkatnya semangat kerja
  12. Meningkatnya kemampuan mengenali dan mencegah penyakit
  13. Meningkatnya kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sekitar.
Pendekatan Program
Tahun-tahun belakangan ini menunjukkan bahwa meningkatnya sejumlah pengusaha dalam mengimplementasikan kegiatan promosi kesehatan di tempat kerja bagi pekerjanya. Program yang diperkenalkan ini merupakan kegiatan pelayanan kesehatan kerja yang sifatnya sukarela, akan tetapi terbukti bermanfaat bagi pekerja dan merupakan kegiatan yang cukup populer dan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan fasilitas di tempat kerja.

Secara langsung, program ini dijalankan oleh pengusaha, dan hasilnya cukup berhasil dengan adanya dukungan dari assosiasi pekerja.

Manajemen program yang ditawarkan harus terspesialisasi dan professional serta diawali dengan kegiatan yang mudah diterapkan oleh pekerja.

Secara khusus, program promosi kesehatan di tempat kerja diterapkan melalui 3 (tiga) pendekatan yakni; pendidikan kesehatan (health education), kedokteran pencegahan (preventive medicine) dan kebugaran fisik (physicall fitness).

1. Komponen pendidikan kesehatan

Komponen ini sifatnya mengajarkan pekerja mengenai hal-hal yang essensial gaya hidup sehat, seperti; kebiasaan-kebiasaan yang sehat, gizi sehat dan efek merokok terhadap kesehatan, penyalahgunaan obat dan alkohol. Diluar aspek pendidikan kesehatan yang sifatnya informatif, fokus lainnya mengenai prinsip-prinsip psikologi. Hal ini akan mendorong pekerja untuk bertindak sehat dan menghindari risiko yang membahayakan kesehatannya.

Komponen pendidikan kesehatan dalam program promosi kesehatan di tempat kerja harus dirancang dengan memperhatikan karakteristik para pekerja (umur, jenis kelamin, golongan, pendidikan, status kesehatan, bahasa dll). Masalah-masalah kesehatan yang penting harus diketahui oleh pekerja dan dilakukan perubahan dalam kerangka sehat dan efektif.

2. Komponen kedokteran pencegahan

Menurut jenisnya komponen ini terbatas pada screening penyakit umum dan faktor risiko serta kegiatan intervensi, perlu diingat komponen ini tidak dimaksudkan untuk mengganti pelayanan kesehatan personal. Fokus komponen ini biasanya ditujukan juga pada upaya pengurangan kadar kolesterol dan pelatihan kebugaran jantung.

Pengurangan faktor risiko masalah-masalah kesehatan relatif lebih mudah dilakukan dalam satu kesatuan program promosi kesehatan di tempat kerja. Masing-masing program yang dijalankan perlu adanya umpan balik, semangat kebersamaan dalam bekerja dan adanya sarana pendukung, sehingga pencapaian tujuan lebih mudah jika dibandingkan secara personal.

3. Komponen kebugaran fisik

Dari berbagai alasan dan pandangan komponen ini merupakan bagian yang paling penting dari kebanyakan program promosi kesehatan yang diterapkan. Keikutsertaan dalam kegiatan kebugaran dan olah raga yang dijadwalkan secara teratur dalam rangka pengkondisian semangat dan rasa kebersamaan dalam kelompok.

Program kebugaran di tempat kerja, orientasinya tidak untuk melatih pekerja menjadi seorang atlit, akan tetapi alasan sebenarnya adalah agar pekerja mempunyai koordinasi dan kekuatan secara normal. Program kebugaran yang dibuat prinsipnya menyenangkan dan membangun moral/semangat diantara pekerja.

Langkah-Langkah Strategi Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja

Langkah-langkah strategi promosi kesehatan di tempat kerja dilaksanakan melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Pekerja (PPMP ~ Primary Health Care Approach). Untuk mencapai sasaran masyarakat pekerja diperlukan pendekatan sistemik yang mampu mengajak partisipasi dari masyarakat pekerja. Ciri PPMP ini adalah :

Penyelenggaraan program promosi kesehatan di tempat kerja harus bertumpu pada partisipasi aktif masyarakat pekerja atau kerja sama interaksi antara penyelenggara program promosi kesehatan di tempat kerja dengan masyarakat pekerja di tempat kerja sasaran.

Adanya konsepsi dan pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja

Adanya kegiatan program promosi kesehatan di tempat kerja yang diselenggarakan melalui kemitraan triparteit (pemerintah, manajemen tempat kerja dan pekerja atau serikat pekerja).

Tahapan langkah-langkah dari pendekatan pemberdayaan masyarakat pekerja sebagai berikut :

Melakukan advokasi & sosialisasi

Advokasi secara umum ialah suatu bentuk komunikasi yang berlangsung dari pihak yang lemah kepada yang lebih kuat (berkuasa). Dalam hal tempat kerja dapat dianalogikan dengan komunikasi antara pekerja dengan pihak manajemen tempat kerja, dengan tujuan agar hak-hak pekerja atas promosi kesehatan dapat diperoleh atau terpenuhi.

Sosialisasi adalah kegiatan mendiseminasikan pesan ke semua arah (horizontal), yang dalam konteks tempat kerja adalah pada semua pekerja di semua tingkatan, agar semua pekerja mengetahui, memahami dan mengamalkan pesan yang diprogramkan oleh manajemen tempat kerja. Jadi lebih jauh lagi agar semua pekerja berpartisipasi sesuai dengan apa yang diharapkan melalui pesan tersebut.

Telaah mawas diri (workers community diagnosis)

Telaah mawas diri sebenarnya merupakan ajang diagnosis masalah oleh masyarakat pekerja terhadap kondisi kesehatan kerja mereka. Secara singkat dapat digambarkan bahwa masyarakat pekerja diajak untuk mengenali keadaan kesehatan kerja mereka sendiri, disamping mendeteksi potensi yang ada di sekeliling mereka. Atas dasar kedua hal ini (masalah dan potensi), dibuatlah diagnosis masalah kesehatan kerjanya. Dalam hal ini, kewajiban bagi manajemen tempat kerja adalah mencarikan cara yang tepat agar mempermudah mereka dalam mengenali masalah dan menggali potensi yang mereka miliki.

Musyawarah masyarakat pekerja (workers community prescription)

Musyawarah masyarakat pekerja merupakan kegiatan �worker�s community prescription� untuk mengatasi segala yang berhubungan dengan kesehatan kerja yang mereka alami. Tentu saja penyelesaian masalah ini diutamakan dengan menggunakan potensi setempat. Resep ini belum tentu rasional, oleh karena itu adalah kewajiban manajemen tempat kerja untuk menuntun mereka membuat resep yang rasional. Wujudnya berupa rencana kegiatan yang sederhana, dapat dijangkau dengan sumber daya setempat, tetapi memberi sumbangan besar pada upaya mengatasi masalah kesehatan kerja setempat.

Pelaksanaan kegiatan (workers community treatment)

Dalam hal ini, masyarakat pekerja menjalankan upaya penanggulangan masalah. Serangkaian kegiatan yang disusun diharapkan dapat secara bertahap mengatasi masalah-masalah kesehatan kerja yang mereka hadapi, sekaligus membuktikan apakah �resep� mereka sudah tepat. Namun perlu dipantau agar bila ternyata ada kekeliruan, bisa segera diperbaiki.

Memantau/menyesuaikan

Selama program promosi kesehatan di tempat kerja berlangsung, pemantauan perlu dilakukan. Setiap perubahan perilaku yang terjadi perlu diperhitungkan, dan perubahan lingkungan baik yang positif (mendukung) maupun yang negatif (menghambat) perlu diketahui, diantisipasi dan dihadapi secara tepat. Dengan demikian program promosi kesehatan dapat berjalan terus, berkembang dan mencapai sasarannya.

Evaluasi

Pada akhirnya setelah program dijalani sesuai rencana, maka dilakukan evaluasi ; apakah proses pelaksanaan berlangsung sesuai dengan rencana?, apakah ada perubahan perilaku pekerja kearah positif?, apakah perubahan keadaan sehubungan dengan promosi kesehatan yang dilakukan?

Pembinaan dan pengembangan

Kegiatan pembinaan dan pengembangan merupakan siklus lanjut dari lingkaran pemecahan masalah-masalah kesehatan kerja. Pada satu periode akhir kegiatan, tahap selanjutnya adalah worker community development yang kemudian berputar kembali ke langkah workers community diagnosis, workers community prescription dan workers community treatment, Inspection/adaptation, evaluation sebab akan timbul problematik baru yang lebih tinggi tingkatnya. Bila ini berjalan, maka akan terjadi proses pembinaan dan pengembangan sesuai dengan tingkat perkembangan masalahnya.

Program Promosi Kesehatan

Program promosi kesehatan di tempat kerja berbeda dengan kebugaran untuk bekerja (fitness to work) atau program surveillans kesehatan. Fokus program ini terletak pada pencapaian strategi gaya hidup dan kesehatan pekerja. Sifatnya sukarela dan secara tak langsung mempengaruhi pekerja.

Kegiatan program promosi kesehatan yang tepat adalah dengan menawarkan/memberikan program yang bervariasi pada masyarakat pekerja dan disesuaikan dengan kondisi tempat kerja.

Kebanyakan program promosi kesehatan ini mengawalinya dengan komponen kebugaran, screening terhadap faktor risiko jantung, kegiatan pendidikan kesehatan yang menitikberatkan pada masalah penghentian merokok dan kesehatan umum, dan berbagai kegiatan pelatihan antara lain ; bagaimana untuk membiasakan mengangkat suatu benda dengan tidak menciderai punggung.

Program-program ini dirancang dalam kerangka program promosi kesehatan yang dilakukan di tempat kerja, dimana fokus perhatiannya diutamakan pada kebiasaan-kebiasaan sehat yang dilakukan pekerja, selain pada upaya memberikan perlindungan terhadap pekerja dari bahaya-bahaya yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Perlu di ketahui bahwa implementasi program promosi kesehatan di tempat kerja merupakan faktor pendukung yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan pekerja. Di beberapa negara, pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja tidak hanya dilakukan oleh para ahli kesehatan kerja tapi banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok pekerja sehat yang independen. Kegiatan-kegiatan ini harus dikoordinasikan dengan kegiatan pelayanan kesehatan kerja sehingga ada efek relevansi, feasibiliti dan sustainabelnya.

Perkembangan terbaru di beberapa negara seperti ; di Belanda dan Finlandia adalah menetapkan kegiatan promosi kesehatan kerja dalam kerangka pelayanan kesehatan kerja. Dimana masing-masing kegiatan bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan kemampuan kerja pekerja melalui tindakan promosi kesehatan dan pencegahan dini terhadap gangguan kesehatan pekerja, lingkungan kerja dan organisasi kerja.

Penilaian efek program promosi kesehatan di tempat kerja adalah bagian yang essensial dari manajemen keseluruhan program. Program yang tidak populer dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan pekerja. Faktor ini juga perlu diperhatikan dalam mengenalkan kegiatan-kegiatan yang baru. Begitupun bagi pengusaha kecil, mereka dapat mengembangkan program promosi kesehatan melalui �sharing� dan �subsidi� atas keikutsertaan pekerja di dalam klub-klub kesehatan setempat.

Jika program dikelola dengan baik, sebenarnya cukup besar keuntungan yang didapat yakni; menumbuhkan semangat para pekerja untuk senantiasa membiasakan diri bertindak aman dan sehat di tempat kerja dan meningkatkan kebugaran diantara pekerja serta dapat meningkatkan moral/semangat pekerja untuk bertindak positif.

Penetapan program

Sebelum suatu program diluncurkan, maka para pekerja harus ditentukan tingkat pengetahuan dan sikapnya mengenai kesehatan dan tingkat perilakunya pada akhir-akhir ini. Adalah penting untuk membuka hubungan komunikasi pada permulaan diluncurkannya program. Karena diyakini pelaksanaan program akan berhasil diterapkan dan memberikan hasil yang dapat diukur.

Di saat sekarang, jika pengusaha berharap untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari dampaknya terhadap ekonomi perusahaan, lalu angka kemangkiran, turnover rate, biaya asuransi kesehatan, angka kecelakaan dan ukuran-ukuran lain dari produktivitas pekerja, maka program tersebut perlu dilakukan pemilihan dan didokumentasikan sebelum program mulai diluncurkan.

Elemen Program

Kebugaran fisik (physical fitness)

Elemen ini fokusnya latihan aerobik, ketahanan dan kekuatan otot serta kelenturan tulang sendi. Strategi program yang dilakukan baik secara individu maupun secara kelompok dan diatur sesuai jenis kelamin dan berbagai kelompok umur. Semua program yang dilaksanakan harus diawasi oleh penasehat kebugaran baik secara langsung maupun tidak langsung dan setiap peserta harus sehat secara medis sebelum masuk. Program harus dapat mengakomodasi pekerja yang mengalami cacat fisik dan masing-masing kegiatan kebugaran dilakukan tes secara reguler untuk mangukur kemajuan yang dicapai oleh pekerja.

Kontrol berat badan dan gizi (nutrition and weight control)

Elemen ini memberikan petunjuk yang benar mengenai berat badan dan gizi secara personal dan memberikan pengetahuan dan informasi terbaru mengenai kontrol berat badan dan gizi sehat.

Secara khusus biasanya ditujukan pada diit faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan kegemukan. Oleh karena itu dibutuhkan ahli gizi yang berkualitas dan berpengalaman.

Manajemen stress (stress management)

Fokus elemen ini adalah pemberian dukungan dan motivasi pada para pekerja dalam hal mengatasi stress dalam kehidupan kerjanya sehari-hari dan kadang-kadang termasuk dukungan pada kejadian-kejadian tertentu yang menimbulkan stress. Program yang diberikan sifatnya membantu pekerja dengan memberikan petunjuk dan nasehat serta psikoterapi.

Penghentian merokok (smoking cessation)

Elemen ini menerapkan berbagai teknik untuk membantu pekerja berhenti merokok. Penyusunan program didasarkan atas informasi yang didapat dari pekerja yang berhenti merokok. Yang paling banyak dilakukan di tempat kerja adalah dengan menerapkan metode yang tidak disukai (aversion) misalnya; kebijakan larangan merokok di tempat kerja.

Penyalahgunaan obat dan alkohol (alcohol and drug abuse)

Elemen ini sifatnya pencegahan dengan memberikan program bantuan pada para pekerja, berupa informasi untuk meningkatkan kesadaran sendiri melalui berbagai pendekatan seperti; demonstrasi, film dan bahan-bahan cetakan tertulis. Salah satu materi yang dicetak mengenai pengaruh yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan yang tidak semestinya.

Pendidikan kesehatan (health education)

Elemen ini sangat populer sekali. Disini, para pekerja mempelajari masalah yang berkaitan dengan medis secara umum dan bagaimana memelihara kesehatan diri mereka beserta keluarganya. Informasi yang diberikan meliputi; bagaimana masalah tersebut dideteksi, patofisiologi dasar dan bagaimana kondisi-kondisi yang dialami dapat dicegah dan dikontrol.

Beberapa topik yang tetap paling menarik adalah kanker (dengan segala bentuknya), penyakit jantung, masalah tulang punggung dan musculoskeletal lainnya, kedokteran olah raga, diabetes, AIDS dan gangguan mental.

Pada umumnya materi yang disampaikan antara lain :

Materi yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran pekerja terhadap bahaya-bahaya yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Risiko kesehatan kerja, fokus pada bahaya-bahaya potensial dan langkah preventif praktis.

Bagaimana melindungi kesehatannya, termasuk tindakan proteksi dan penggunaan APD.

Motivasi kerja pekerja untuk berperilaku yang sehat dan aman di tempat kerja.

Materi mengenai keberadaan bahaya kerja di tempat kerja.

Materi mengenai pengenalan terhadap teknologi peralatan baru, berikut standar operasional prosedurnya.

Materi pengetahuan mengenai ; bagaimana mengeliminasi atau meminimalisasi risiko di tempat kerja dan mencegah atau mengurangi cidera/penyakit akibat kerja.

Standar kesehatan dan keselamatan yang berhubungan dengan tempat kerja.

Materi yang disampaikan harus ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh pekerja. Informasi disediakan secara berkala dan menitikberatkan pada substansi/peralatan baru dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Pendidikan kesehatan pada pekerja memainkan peran penting dalam peningkatan kondisi kerja dan lingkungan kerja.

Secara substansial, upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan dan kesejahteraan di tempat kerja sering mengalami hambatan, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari elemen yang terlibat. Untuk mengatasi ini maka peran pendidikan kesehatan bagi pekerja penting sekali karena dapat memfasilitasi baik dalam menemukan/pencarian masalah-masalah maupun implementasi pemecahannya.

Pelatihan P3K dan CPR (CPR and first aid training)

Elemen ini prinsipnya memberikan program pelatihan keselamatan pekerja. Beberapa para ahli kesehatan kerja mempercayai bahwa setiap pekerja harus tahu mengenai CPR dan paling sedikit mengetahui dasar-dasar pertolongan pertama, agar para pekerja paling sedikit bisa berjaga-jaga bila terjadi musibah/kecelakaan. Sebenarnya tempat kerja merupakan tempat yang baik untuk merealisasikan tujuan pelatihan ini.

Jika semua pekerja mempunyai keterampilan ini maka secara nyata keuntungan dapat diperoleh baik bagi pekerja maupun pengusaha.

Sedangkan mengenai CPR, sebagian besar tempat kerja yang mempunyai pekerja yang setiap saat mendapat serangan jantung pada saat bekerja, biasanya pekerja lain termotivasi tinggi untuk mempelajari CPR setelah terjadinya beberapa insiden seperti kasus tadi.

Persyaratan pelaksanaan program

  • Program promosi kesehatan yang ditujukan pada masyarakat pekerja di tempat kerja perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut;
  • Lokasi yang dapat mendukung kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan.
  • Penentuan kelompok yang dengan mudah dapat mengerti lebih cepat terhadap kegiatan yang dilakukan.
  • Kurangnya hambatan terhadap gaya hidup sehat.
  • Para pekerja membiasakan diri untuk menerima dan mengikuti anjuran kesehatan dan keselamatan dari pekerja yang sehat.
  • Tersedianya fasilitas-fasilitas untuk membentuk gaya hidup yang sehat misalnya; tempat-tempat mencuci tangan, sebuah kantin yang bersih dan sehat.
Program Promosi Kesehatan di tempat kerja yang berhasil (Successful health promotion programmes at work)

Sekitar bulan Juni 1992, Heirich, Erfurt dan Foote secara rinci mempublikasikan dimensi program promosi kesehatan di tempat kerja. Dari penelitian terbaru yang mereka lakukan, tercatat 10 faktor yang menjadi pedoman dari program promosi kesehatan di tempat kerja :

  • Penetapan kebijakan promosi kesehatan yang konstruktif
  • Melakukan screening kesehatan � menentukan risiko kesehatan
  • Penetapan hubungan kerja dengan sumber daya yang sama
  • Merujuk pekerja untuk pengobatan lebih lanjut dan peningkatan intervensi kesehatan
  • Pemberian intervensi untuk peningkatan kesehatan � dengan menggunakan suatu pendekatan bertahap
  • Konseling dilakukan secara reguler dan terus-menerus
  • Pengorganisasian masalah kesehatan kerja
  • Mengadakan konsultasi atas sistem dan kebijakan di tempat kerja � perubahan secara organisasi
  • Penilaian proses program secara terus-menerus dan upaya mengurangi risiko kesehatan pekerja
  • Penilaian secara berkala yang didasarkan pada kinerja program.
  • Mereka juga memberikan pendapat, ada sekitar 7 (tujuh) kegiatan yang mesti dilakukan dalam sebuah wellness program yang menyeluruh yakni ;
  1. Pendidikan dan pengetahuan mengenai tekanan darah
  2. Pengurangan kolesterol
  3. Kontrol berat badan
  4. Gizi secara umum
  5. Penghentian merokok
  6. Kebugaran fisik dan latihan teratur
Dari berbagai sumber 
Penulis : Sigit marsono
HP : 081285367542
WA: 081285367542
Email : sigitmarsono@gmail.com

Menerima jasa konsultasi K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan ) Gratissss... tanpa dipungut biaya sepeserpun Bisa melalui no hp, WA atau email saya......kalo sudah mengerti sebarkan ya dan jangan lupa berbagi ilmu ke teman biar bermanfaat.